fbpx

Alami Disfungsi Ereksi? Ini 3 Cara Mengatasinya

Alami Disfungsi Ereksi? Ini 3 Cara Mengatasinya

obat disfungsi ereksi - Alami Disfungsi Ereksi? Ini 3 Cara Mengatasinya

KlinikAtlantis.com – Gangguan atau problem seksual seperti disfungsi ereksi banyak di alami oleh para pria. Disfungsi ereksi atau yang biasa juga disebut Impotensi adalah kondisi dimana penis tak mampu mencapai dan mempertahankan ereksi yang sempurna untuk aktivitas seksual yang memuaskan. Namun hal itu bukanlah akhir dari segalanya. Kondisi tersebut dapat di atasi dengan melakukan beberapa cara, berikut 3 di antaranya :

PDE5 Inhibitor

PDE5 Inhibitor atau Inhibitor fosfodiesterase tipe 5 adalah obat yang biasa digunakan untuk memblokir aksi degradatif spesifik cGMP fosfodiesterase tipe 5 pada GMP siklik dalam sel otot polos yang melapisi pembuluh darah yang memasok corpus cavernosum penis. Obat-obatan ini digunakan dalam pengobatan disfungsi ereksi dan merupakan pengobatan oral efektif pertama yang tersedia untuk kondisi tersebut. Inhibitor PDE5 seperti sildenafil (Viagra), tadalafil (Cialis), dan vardenafil (Levitra) secara klinis diindikasikan untuk pengobatan disfungsi ereksi.

Alprostadil

Apabila jenis obat golongan PDE5 inhibitor tidak dapat membantu mengatasi disfungsi ereksi yang Anda alami, biasanya dokter akan memberikan alprostadil, yang merupakan pengobatan lini kedua untuk disfungsi ereksi. Pada prosesnya, Alprostadil bekerja dengan cara meningkatkan aliran darah dan merileksasi otot-otot penis, yang dapat membantu Anda mencapai ereksi. Obat ini biasanya diberikan melalui suntikan langsung pada penis atau dimasukkan melalui lubang penis Anda.

Namun di sisi lain, obat ini memiliki efek samping dengan menimbulkan problem seksual lain yakni Priapismus atau ereksi berkepanjangan hingga berjam-jam. Biasanya problem seksual priapismus minimal terjadi selama 4 jam dan bisa mengakibatkan terbentuknya jaringan parut pada penis dan mengganggu fungsi ereksi penis.

Terapi Sulih Hormon

Metode mengatasi impotensi dengan terapi Sulih Hormon atau yang lebih dikenal dengan pemberian hormon androgen (testosteron) biasanya hanya diberikan pada pria yang memang memiliki kadar hormon testosteron yang rendah, yaitu kurang dari 300 ng/dL bila ia masih berusia kurang dari 65 tahun. Rendahnya kadar hormon testosteron dapat menyebabkan penurunan gairah seksual, berkurangnya stamina, dan disfungsi ereksi.

Dengan memberikan hormon pengganti melalui terapi ini dapat membantu mengatasi berbagai gejala tersebut. Pemberian terapi sulih hormon ini biasanya dilakukan melalui suntikan yang diberikan setiap beberapa minggu sekali atau melalui koyo yang ditempelkan setiap hari pada kulit atau dengan mengoleskan gel. Namun perlu diperhatikan, disfungsi ereksi yang Anda alami bukan karena rendahnya kadar hormon testosteron, maka pemberian hormon pengganti ini biasanya tidak akan memberikan manfaat apapun dan justru akan menyebabkan terjadinya berbagai efek samping menakutkan seperti darah menjadi kental, yang akan memudahkan terbentuknya bekuan darah (hal ini dikarenakan terapi sulih hormon dapat meningkatkan kadar sel darah merah Anda), yang dapat meningkatkan resiko terjadinya serangan jantung atau stroke.

Itulah 3 solusi yang dapat anda lakukan untuk mengatasi disfungsi ereksi atau impotensi. Namun sebelum mengkonsumsi obat-obatab atau melakukan terapi tersebut hendak nya terlebih dahulu melakukan konsultasi dengan dokter spesialis berpengalaman agar tidak menjadi masalah yang justru malah merugikan diri anda sendiri.

Related Posts---

Leave A Reply---

WhatsApp Kami