fbpx

Apa Itu Priapismus? Berikut Definisi, Jenis, Penyebab Dan Pencegahan

Apa Itu Priapismus? Berikut Definisi, Jenis, Penyebab Dan Pencegahan

priapismus - Apa Itu Priapismus? Berikut Definisi, Jenis, Penyebab Dan Pencegahan

Definisi Priapismus

Salah satu masalah seksual yang paling sering dikeluhkan pria adalah Priapismus. Priapismus adalah satu kondisi dimana penis mengalami ereksi berkepanjangan dan biasanya terjadi hingga berjam-jam. Hal ini paling umum terjadi pada anak laki-laki antara 5-10 tahun dan pada pria dari 20-50 tahun. Problem ini bisa terjadi karena rangsangan ataupun tidak sama sekali. Terdapat 3 jenis priapismus berdasarkan pada penyebabnya, yaitu iskemik, non iskemik, dan intermiten.

Jenis Priapismus

Priapismus Iskemik

Priapismus iskemik terjadi saat darah yang masuk ke dalam penis saat ereksi berlangsung tidak dapat keluar lagi dari dalam penis. Priapismus jenis ini merupakan jenis yang paling sering terjadi dan seringkali terjadi akibat efek samping suatu obat-obatan, terutama obat untuk mengatasi disfungsi ereksi.

Penggunaan obat dengan dosis yang berlebihan atau tidak tepat atau kombinasi antara obat tersebut dengan obat-obatan lainnya atau adanya gangguan kesehatan lain yang tidak diketahui oleh pengguna dapat menyebabkan terjadinya priapismus. Beberapa obat-obatan lainnya yang tidak berhubungan dengan disfungsi seksual yang juga dapat menyebabkan terjadinya priapismus iskemik adalah obat tidur atau obat anti depresi.

Priapismus Non Iskemik

Priapismua non iskemik merupakan suatu keadaan di mana ereksi terus berlangsung karena terlalu banyak darah yang masuk ke dalam penis. Hal ini biasanya terjadi pada pria yang pernah mengalami trauma pada penis, kantong zakar, atau area panggul. Trauma ini menyebabkan terjadinya gangguan pembuluh darah arteri pada daerah kemaluan. Priapismus jenis ini biasanya tidak terlalu nyeri, yang seringkali membuat penderitanya tidak langsung mencari pertolongan medis dan mengira ereksi akan menghilang dengan sendirinya.

Priapismus Intermiten

Priapismus intermiten merupakan suatu keadaan di mana priapismus kembali terjadi (kambuh) dan biasanya terjadi pada saat seorang pria baru bangun dari tidur dengan keadaan ereksi, di mana ereksinya akan terus berlangsung dalam waktu lama. Memang benar hampir semua pria akan mengalami ereksi saat mereka terbangun, akan tetapi pada priapismus intermiten, ereksi akan terus berlangsung sepanjang hari.

Ereksi berkepanjangan ini dapat berlangsung selama beberapa hari dan kemudian kembali menghilang dengan sendirinya. Akan tetapi, hal ini bukan berarti gangguan ereksi ini telah teratasi. Kunci terpenting dalam penanganan priapismus adalah penanganan secepatnya. Apapun jenis priapismus yang Anda alami, gangguan ini tidak dapat sembuh dengan sendirinya.

Penyebab Priapismus

Ereksi biasanya terjadi sebagai respons terhadap rangsangan fisik atau psikologis. Stimulasi ini menyebabkan pembuluh darah tertentu dan otot-otot halus untuk bersantai atau mengembang, meningkatkan aliran darah ke jaringan-jaringan yang bertonjolan di penis. Akibatnya, penis yang dipenuhi darah menjadi ereksi. Setelah stimulasi berakhir, darah mengalir keluar dan penis kembali ke keadaan tidak kaku.

Nah, Priapismus terjadi ketika beberapa bagian dari sistem ini yakni darah, pembuluh darah, otot polos atau saraf yang mengubah aliran darah normal. Selanjutnya, ereksi berlanjut. Sementara penyebab priapismus mungkin sudah pasti. Banyak pria mendapatkan kondisi priapismus ketika mereka menggunakan atau menyalahgunakan beberapa jenis obat. Obat-obatan yang dapat menyebabkan priapismus meliputi obat depresi trazodone HCL (Desyrel), atau chlorpromazine (Thorazine), yang digunakan untuk beberapa penyakit mental.

Adapun beberapa penyebab lain Priapismus biasanya dikarenakan cedera pada saraf tulang belakang atau daerah genital, keracunan karbon monoksida, gigitan laba-laba black widow atau sengatan kalajengking dan penggunaan narkoba jenis ganja atau kokain.

Pengobatan dan Pencegahan

Priapismus dapat menyebabkan komplikasi yang signifikan. Karena kurangnya oksigen, maka biasanya akan terjadi komplikasi yang cukup fatal jika priapismus berlangsung lebih dari empat jam. Komplikasi yang terjadi termasuk disfungsi ereksi dan cacat pada penis. Kondisi ini dapat dicegah dengan merawat penyebab medis yang mendasarinya dengan melakukan beberapa hal berikut :

Kompres es: Kompres es dapat menurunkan pembengkakan untuk priapismus aliran cepat
Mengambil darah: Setelah dokter menganestesi atau membuat penis Anda mati rasa, dokter akan menggunakan jarum untuk mengambil darah mengurangi tekanan dan pembengkakan pada penis

Obat-obatan: Untuk priapismus aliran perlahan, dokter dapat menyuntikkan obat yang disebut agonis-alfa ke penis Anda. Obat ini membuat pembuluh darah menyempit, sehingga darah ke daerah penis berkurang dan mengurangi pembengkakan. Obat ini dapat tersedia dalam bentuk pil ataupun suntikan, sehingga prosedur pemberian obat ini tidak harus selalu disuntikkan

Mengunci pembuluh darah arteri: Seorang dokter akan memblokir pembuluh darah yang menyebabkan masalah, prosedur ini disebut embolisasi arteri. Dokter kadang-kadang menggunakannya untuk priapismus aliran cepat

Mengikat mati pembuluh darah arteri: Ketika arteri pecah menyebabkan priapismus, dokter akan melakukan operasi untuk mengikat mati pembuluh darah arteri tersebut, disebut ligasi bedah. Ini juga dilakukan untuk mengatasi priapismus aliran cepat

Bedah shunt: Dokter akan membuat suatu jalan sehingga penis memungkinkan untuk mengalirkan darahnya. Ini adalah prosedur yang terbaik untuk priapismus aliran rendah, tetapi seseorang terbebas dari risiko disfungsi ereksi di kemudian hari.

Related Posts---

Leave A Reply---

WhatsApp Kami