Apa Itu Sifilis dan Cara Mengobati

Apa Itu Sifilis dan Cara Mengobati

sifilis

Sifilis

Adalah penyakit kelamin menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum. Sama seperti penyakit kelamin menular lainnya, sifilis dapat menyebar melalui berbagai jenis kontak seksual, seperti saat berciuman.

Luka sifilis (disebut chancre) adalah tempat infeksi sifilis masuk ke tubuh Anda. Chancres biasanya keras, bulat, dan tidak sakit, atau kadang terbuka dan basah. Sering ada hanya 1 luka, tetapi Anda mungkin memiliki lebih banyak.

Chancres dapat muncul di vulva , vagina , anus , penis , skrotum , dan jarang, bibir atau mulut Anda. Luka juga dapat bersembunyi jauh di dalam vagina Anda, di bawah kulit khatan, di dalam rektum, dan tempat-tempat lain yang sulit dilihat.

Luka sifilis sangat menular dan mudah menularkan infeksi kepada orang lain saat berhubungan seks. Sangat mudah untuk mengira chancre sebagai rambut yang tumbuh ke dalam, jerawat, atau benjolan yang tidak berbahaya. Dan karena luka tidak menyakitkan dan dapat hidup di tempat tersembunyi, Anda mungkin tidak memperhatikannya.

Chancres biasanya muncul di mana saja antara 3 minggu dan 3 bulan setelah Anda mendapatkan infeksi. Luka biasanya bertahan sekitar 3 hingga 6 minggu dan kemudian hilang dengan sendirinya atau tanpa pengobatan. Tetapi jika Anda tidak dirawat, Anda masih memiliki sifilis, bahkan jika luka hilang. Anda harus minum obat untuk menyembuhkan sifilis dan menghentikannya agar sifilis tidak pindah ke tahap berikutnya.

Aktivitas seksual yang menyebabkan seseorang tertular sifilis

1. Penetrasi vagina
Seks penetrasi penis dan vagina merupakan salah satu penyebab umum tertularnya sipilis. Saat melakukan hubungan seksual, bakteri pallidum yang terdapat di alat kelamin (bisa di penis ataupun vagina), akan menyebar langsung pada sentuhan dari gesekan alat kelamin di dalam vagina.

2. Oral seks
Oral seks adalah aktivitas seksual dengan memberikan rangsangan pada penis laki-laki, alat kelamin wanita (termasuk klitoris, vulva, dan vagina), atau anus dari orang lain dengan menggunakan bibir, mulut, dan lidah.

3. Anal seks
Aktivitas seksual penyebab tertular sipilis yang satu ini, dapat disebabkan oleh Anda yang ingin mendapatkan sensasi berbeda, selain seks vaginal maupun oral. Biasanya, seks yang melakukan penetrasi ke anus dapat menyebar bakteri dan virus-virus penyakit seksual lainnya dengan cepat.

Tanda-tanda & Gejala sifilis

Gejala pertama sifilis muncul sekitar tiga minggu setelah bakteri memasuki tubuh. Infeksi sifilis terbagi menjadi empat tahapan utama, antara lain:

  • Fase Primer : Dalam tahapan ini, gejala yang akan timbulkan adalah luka pada alat kelamin dan di sekitar mulut. Tampilan dari lukanya pun berbentuk seperti gigitan serangga tanpa rasa sakit dan bertahan selama 1 hingga 2 bulan. Dalam tahapan ini pun, penularan akan sangat mudah terjadi akibat hubungan intim.Pada akhirnya, lesi ini akan sembuh tanpa meninggalkan bekas. Meskipun luka telah sembuh, bukan berarti sipilis juga menghilang. Pengidap juga masih bisa menularkan sipilis pada orang lain dalam kondisi ini. Luka juga dapat terjadi di bagian tubuh lain selain kelamin.
  • Fase Sekunder : Tahap ini muncul sekitar 1 hingga 6 bulan (rata-rata sekitar 6 hingga 8 minggu) setelah infeksi pertama. Pastinya akan ada beberapa gejala yang berbeda pada stadium kedua ini. Ruam kemerahan bisa muncul tanpa disertai rasa gatal di bagian-bagian tertentu, seperti telapak tangan dan kaki, atau area lembap seperti skrotum dan bibir Miss V. Gejala lain yang timbul antara lain demam, pembesaran kelenjar getah bening, sakit tenggorokan, sakit kepala, kehilangan berat badan, rambut rontok, dan nyeri otot. Perlu diketahui juga bahwa gejala dan tanda dari infeksi kedua sipilis ini akan hilang dengan sendirinya. Namun, bukan berarti penyakit ini akan hilang secara total dalam tubuhmu. Sebab, infeksinya akan berlanjut hingga stadium laten.
  • Fase Laten : Jika pengobatan masih belum tuntas atau tidak dilakukan sama sekali, maka akan masuk ke dalam tahap laten ini. Ini adalah tahapan setelah seseorang terinfeksi dan ruam pada tahap sekunder hilang. Pengidap tidak akan merasakan gejala apa pun dalam beberapa waktu (tahap laten). Bisa saja gejala bertahan hingga satu tahun atau bahkan 5-20 tahun.Diagnosis yang akurat pada tahap ini hanya dapat dilakukan melalui tes darah, pengalaman seseorang, atau kelahiran anak dengan sifilis kongenital. Penularan akan terjadi pada tahap awal periode ini atau juga selama tahap laten ini terjadi, jika tidak ada gejala lain yang muncul.
  • Fase Tersier¬† : Jika tidak diobati, tahap akhir ini mungkin akan muncul dalam waktu dini, yaitu 1 tahun. Selain itu, tahap ini juga bisa muncul kapan saja seumur hidup. Tahapan ini merupakan tahapan yang paling menular.Pengidap akan merasakan gangguan serius pada pembuluh darah dan jantung. Ia juga akan mengalami gangguan mental, kebutaan, masalah sistem saraf, dan bahkan kematian. Komplikasi yang mungkin terjadi antara lain gummata (luka besar di dalam tubuh atau pada kulit), sifilis kardiovaskuler (yang mempengaruhi jantung dan pembuluh darah), dan neurosifilis (yang mempengaruhi sistem saraf).

Sifilis paling mudah menular pada fase sifilis primer dan sekunder. Jika Anda merasa terinfeksi sifilis, segera periksakan diri ke dokter atau klinik spesialis penyakit kelamin untuk memastikan diagnosis terhadap sifilis. Makin cepat sifilis diobati, makin kecil kemungkinan sifilis berkembang menjadi penyakit yang serius.

Penyebab Sifilis

Umumnya, infeksi ini menyebar melalui hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi Treponema pallidum. Selain melalui hubungan intim, bakteri penyebab sifilis juga bisa menyebar melalui pajanan cairan tubuh penderitanya, misalnya melalui darah. Berbagi jarum juga bisa menularkan infeksi penyakit ini, baik pada pengguna narkoba suntik maupun pada penyuka seni merajah tubuh, misalnya tato dan menindik telinga.

Jika terdeteksi lebih awal, sifilis akan lebih mudah disembuhkan dan tidak akan menyebabkan kerusakan permanen. Namun, penyakit sipilis yang tidak diobati dapat mengakibatkan kerusakan serius pada otak atau sistem saraf serta organ lainnya, termasuk jantung.

Cara mengobati sifilis

Pengobatan sifilis sangat mudah dilakukan. Pengobatan umumnya adalah dengan menggunakan antibiotik berupa suntikan penisilin. Pengobatan pada sifilis ditujukan untuk menghilangkan Treponema pallidum sebagai penyebab, dan mencegah penularan kepada orang lain. Pengobatan juga harus dilakukan sedini mungkin untuk mendapat hasil yang lebih baik. Selain menggunakan obat-obatan, pengobatan terhadap sifilis juga memerlukan edukasi. Tidak pernah ada pengobatan sifilis yang menggunakan pembedahan alat kelamin.

Pengobatan bergantung pada stadium sifilis pada penderita. Semakin berat stadium, memerlukan pengobatan yang lebih intensif. Bila tidak mendapat pengobatan yang cukup, sifilis dapat menyebabkan kerusakan pada jantung, saraf, dan menimbulkan kematian.

Hubungi kami untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Telepon/WhatsApp: 0811-6131-718

Reservasi Online: Disini

Subscribe Youtube: Klinik Atlantis
Follow Instagram: Klinik Atlantis
Follow Facebook: Klinik Atlantis Medan

KLINIK ATLANTIS
Alamat: Jalan Williem Iskandar ( Pancing ) Komplek MMTC Blok A No. 17-18, Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Sumatera Utara 20223

Tinggalkan Balasan