fbpx

Berhubungan Intim Saat Menstruasi, Boleh Atau Tidak?

Berhubungan Intim Saat Menstruasi, Boleh Atau Tidak?

berhubungan seks saat menstruasi - Berhubungan Intim Saat Menstruasi, Boleh Atau Tidak?

KlinikAtlantis.com – Hasrat untuk melakukan hubungan seks memang tidak bisa ditebak kapan datangnya. Bahkan bagi wanita bisa saja keinginan untuk bercinta datang saat sedang mengalami menstruasi atau datang bulan. Berhubungan seksual saat menstruasi memang masih menuai pro dan kontra. Menurut kepercayaan tertentu di masyarakat, bercinta saat wanita sedang menstruasi sangat dilarang karena alasan-asalan tertentu.

Namun, ada pula kalangan tertentu yang tidak beranggapan demikian dan melakukannya. Lalu bagaimanakah penjelasan dari segi medis tentang seks yang dilakukan saat wanita sedang datang bulan? Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, melakukan seks saat sedang menstruasi bermanfaat namun juga memiliki resiko. Kemudian apa saja manfaat atau resiko nya? Berikut beberapa di antaranya :

Manfaat berhubungan seks saat mentruasi

1. Berhubungan seks saat menstruasi juga bisa memberi kepuasan yang lebih. Alasannya, karena terjadi perubahan hormon pada wanita yang sedang haid sehingga membuat mereka merasa lebih bergairah.
2. Selama mentruasi biasanya Anda mengalami gejala seperti kram, perasaan sedih, atau depresi. Dengan berhubungan seks, anda akan melepaskan hormon endorfin yang rupanya dapat mengurangi beberapa gejala nyeri saat menstruasi ketika mencapai orgasme. Endorfin adalah hormon yang bisa membuat seseorang merasa senang sehingga bisa meredakan depresi atau bad mood.

Resiko berhubungan seks saat menstruasi

1. Anda berisiko lebih tinggi terkena penyakit menular seksual dibandingkan melakukan hubungan seks di luar masa menstruasi. Saat menstruasi, kondisi leher rahim akan terbuka, sehingga memungkinkan darah untuk masuk ke dalamnya. Hal tersebut memudahkan bakteri untuk menuju rongga panggul.
2. Vagina Anda memiliki kadar potential Hydrogen (pH) 3,8 hingga 4,5 setiap bulan. Namun selama menstruasi, kadar pH tersebut meningkat karena tingkat pH darahnya menjadi lebih tinggi, dan hal ini menyebabkan ragi atau jamur menjadi tumbuh lebih cepat. Gejala infeksi jamur vagina lebih cenderung terjadi seminggu sebelum menstruasi, dan berhubungan seksual saat itu dapat memperburuk gejala yang ada.
3. Seks saat menstruasi juga memiliki risiko untuk hamil. Walau kecil, namun tetap ada kemungkinan Anda akan hamil ketika berhubungan intim tanpa pengaman atau kontrasepsi saat menstruasi. Untuk menghindari kehamilan, gunakan kondom saat bercinta.
4. Anda juga lebih mungkin untuk menularkan penyakit HIV dan hepatitis ke pasangan saat kondisi seperti ini, karena lebih banyak cairan tubuh atau darah yang keluar.

Walau lebih disarankan untuk tidak melakukan seks saat menstruasi namun anda tetap ingin melakukan nya, berikut beberapa tips melakukan hubungan saat haid menjadi lebih nyaman :

  • Gunakan handuk berwarna gelap di tempat tidur untuk menampung kebocoran darah.
  • Berhubungan intim di kamar mandi untuk menghindari ceceran darah haid.
  • Simpan lap basah atau tisu basah di samping tempat tidur untuk membersihkan ceceran darah haid sesudahnya.
  • Minta pasangan Anda memakai kondom lateks. Ini akan melindungi terhadap kehamilan dan penyakit menular seksual.
  • Jika posisi seksual Anda yang biasa tidak nyaman, cobalah sesuatu yang berbeda. Misalnya, Anda mungkin ingin mencoba berbaring miring, sementara pasangan Anda di belakang.

Perlu diketahui, melakukan hubungan seks dalam kondisi apapun tetap memiliki peluang untuk terjadi kehamilan. Oleh karena itu, meski peluang untuk hamil lebih rendah selama menstruasi, tak ada salahnya menggunakan alat kontrasepsi untuk menghindari kehamilan. Jika berhubungan saat mens tidak menggunakan kondom, kemungkinan besar bisa hamil selama ovulasi, yang terjadi sekitar 14 hari sebelum periode menstruasi dimulai. Namun panjang siklus setiap wanita berbeda, dan panjang siklus dapat berubah setiap bulan. Jika memiliki siklus menstruasi yang pendek, risiko hamil selama periode lebih tinggi.

Selain itu pertimbangkan bahwa sperma dapat tetap hidup di tubuh hingga tujuh hari. Jadi, jika memiliki siklus 22 hari dan Anda mengalami ovulasi segera setelah menstruasi, ada kemungkinan akan melepaskan telur saat sperma masih berada di saluran reproduksi.

Related Posts---

Leave A Reply---

WhatsApp Kami