Cara Agar Anak Nyaman Memakai Masker

Cara Agar Anak Nyaman Memakai Masker

Cara Agar Anak Betah Pakai Masker

Membuat anak-anak memakai masker selama lebih dari beberapa menit dalam satu waktu tidaklah mudah, ketika pejabat kesehatan dan pendidikan masih memperdebatkan bagaimana mengembalikan aktivitas sekolah yang relatif aman, beberapa sekolah mempertimbangkan agar anak-anak tetap menggunakan masker saat sekolah kelak.

Selain itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit sudah menyerukan agar anak-anak berusia 2 tahun ke atas untuk mengenakan masker saat mereka keluar di tempat umum. Namun sayangnya orang tua kerap kesulitan untuk memakaikan masker pada anak-anaknya, terlebih jika anak-anak harus menggunakannya untuk waktu yang lama, baik saat bermain atau di sekolah.

Banyak anak merasa tidak betah bila dipakaikan suatu di kepala ataupun wajah mereka. Gimana ya panduan biar anak mau gunakan masker?

Di tengah mewabahnya virus corona saat ini mengenakan masker merupakan keharusan pada keadaan tertentu, misalnya di saat keadaan sedang sakit ataupun ketika di tempat ramai seperti di mall, terminal, bandara serta rumah sakit. Anjuran ini tidak cuma berlaku untuk orang tua tetapi anak- anak juga.

Walaupun demikian tak mudah memakaikan masker pada anak- anak. Mereka acapkali menolak dipakaikan masker ataupun mencopotnya sehabis terpasang. Bisa jadi mereka merasa gerah, susah bernapas, serta tidak merasa nyaman.

Menghadirkan pengalaman baru pada anak- anak sebaiknya tidak diterapkan secara tiba- tiba, mereka membutuhkan waktu buat menyesuaikan diri. Sebab itu, berlatih dahulu di rumah jadi salah satu panduan biar anak ingin gunakan masker.

Berikut sebagian tips supaya anak- anak ingin memakai masker :

1. Meminta mereka memilih ataupun membuat maskernya sendiri bila Anda membeli masker lewat toko online untuk anak- anak, perkenankan mereka memilih sendiri motifnya. Bila orangtua memutuskan untuk membuat sendiri maskernya, mintalah anak untuk menjadi bagian dari proses tersebut.

Apalagi bila telah memiliki masker, kita masih bisa menjadikan anak bagian dari proses dengan menanyakan apakah mereka mau menghiasnya dengan hiasan pilihannya sendiri. Ini membuat anak merasa memiliki sehingga lebih bahagia memakainya, intinya merupakan demi membuat mereka merasa kalau masker spesial mereka merupakan suatu yang mereka seleksi, bukan suatu yang wajib dipakaikan kepada mereka.

2. Jadilah role model mengenakan masker di sekitar anak, bahkan jika itu berarti kamu harus mengenakannya saat berada di dalam rumah. Melakukan hal ini menunjukkan kepada anak-anak bahwa mereka tidak sendirian. Itu juga membantu menghilangkan rasa takut bahwa masker adalah sesuatu yang aneh. Demikian juga, minta teman dan anggota keluarga untuk berbagi foto diri mereka mengenakan masker.

Jika kamu bertindak seolah-olah masker itu adalah gangguan atau sumber kecemasan, anak mungkin akan menolak. Jadi bersikaplah bahwa masker adalah sesuatu yang normal pada saat ini. Jika kita menekankan bahwa ini adalah hal sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga keamanan orang lain, anak kemungkinan besar akan menuruti.

3. Berlatih di rumah sangat penting untuk memulai proses ini dan membiasakan diri bagi anak sebelum dia benar-benar harus memakai masker. Masukkan masker ke dalam kegiatan sehari-hari saat mereka di rumah, bahkan mungkin saat mereka sedang bermain.

Mungkin saat mereka sedang bermain atau menonton tv. Cobalah membuatnya lucu, dan memperkenalkan masker di lingkungan yang tidak mengancam. Atur waktu dan hadirkan itu sebagai tantangan yang menyenangkan. Coba juga memberikan hadiah bagi anak yang patuh. Beri mereka hadiah kecil, mulai dari makanan manis kesukaannya, atau pujian.

4. Jelaskan pada anak dan pastikan anak tahu mengapa dia disarankan mengenakan masker, yang pada dasarnya untuk menjaga diri mereka sendiri dan orang lain agar tetap aman. Untuk anak-anak usia balita, kamu dapat membantu membandingkannya dengan hal-hal yang sudah mereka ketahui dan yang biasa mereka lakukan untuk menjaga diri dan orang lain, seperti mencuci tangan atau bersin ke siku dari pada langsung ke arah teman.

5. Pastikan masker nyaman dipakai, banyak orangtua tidak memiliki pengalaman membeli masker untuk anak-anak mereka atau membuatnya, karena ini adalah hal baru bagi kita. Tetapi tidak semua masker dibuat sama, dan tidak semua masker akan terasa nyaman di wajah anak. Mungkin perlu sedikit coba-coba untuk menemukan masker yang nyaman untuk anak, seperti halnya menemukan sepatu yang nyaman. Jangan hanya bertanya kepada mereka, “Apakah maskernya tidak nyaman?” Karena mereka akan mengatakan tidak. Tapi perhatikan baik-baik dan pastikan masker tidak melorot, tidak terlalu tebal sehingga membuat anak sulit bernapas dan tidak terlalu ketat sehingga menyakiti telinganya.

6. Jangan memaksa anak dan ketahuilah bahwa beberapa anak tidak bisa mentoleransi masker, misalnya anak dengan masalah pernafasan dan itu adalah keadaan yang orang tua harus benar-benar mendiskusikan dengan dokter. Di luar itu, ada beberapa anak yang hanya akan menolak, menolak, dan menolak.

Terutama anak-anak yang di atas usia 2 tahun, tetapi masih terlalu kecil untuk memahami apa yang sedang terjadi. Untuk saat ini, sebaiknya orang tua jangan terlalu memaksa. Lakukan yang terbaik dan jelaskan dengan perlahan dan tetap berlatih memakai masker.

Jika anak benar-benar tidak mau memakai masker, praktekkan jarak sosial dan kemudian coba lagi nanti. Karena kita semua hanya melakukan yang terbaik yang kita bisa.

7. Hindari menakut-nakuti dan mengancam anak, dukungan dan pendekatan positif dapat membantu anak memahami pentingnya mencuci tangan dan mengenakan masker saat sakit.

Hubungi kami untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Telepon/WhatsApp: 0811-6131-718

Reservasi Online: Disini

Subscribe Youtube: Klinik Atlantis
Follow Instagram: Klinik Atlantis
Follow Facebook: Klinik Atlantis Medan

Alamat: Jalan Williem Iskandar ( Pancing ) Komplek MMTC Blok A No. 17-18, Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Sumatera Utara 20223

Leave A Reply---