Disfungsi Ereksi

Disfungsi Ereksi

disfungsi ereksi - Disfungsi Ereksi

Apa itu Disfungsi Ereksi?

Disfungsi ereksi adalah gangguan seksual yang terjadi ketika pria tidak mampu mencapai dan mempertahankan ereksi yang sempurna untuk aktivitas seksual yang memuaskan. Masalah ini kerap terjadi pada pria saat berhubungan intim tanpa disadari. Ironisnya, banyak pria merasa malu saat mengalami disfungsi ereksi. Bahkan, banyak yang merasa segan untuk berkonsultasi kepada ahli medis tentang kondisi tersebut. Padahal, disfungsi ereksi bisa diatasi jika diketahui penyebabnya.

Oleh karena itu, agar tak berakibat buruk pada hubungan rumah tangga disarankan untuk memeriksakan segera keluhan pada tenaga medis. Dokter ahli bakal memberikan pengobatan yang spesifik karena penyebab disfungsi ereksi yang berbeda-beda pada setiap orang.

Penyebab

Disfungsi ereksi dapat disebabkan oleh multifaktor yang saling terkait mulai dari gangguan kesehatan pembuluh darah, saraf, hormonal, struktur penis, dan pengaruh obat-obatan tertentu. Berikut beberapa kondisi penyebab disfungsi ereksi :

  • Stres
    Tidak mudah untuk mendapatkan mood ketika Anda dalam keadaan banyak fikiran atau stres. Stres dapat mengambil korban dari banyak bagian yang berbeda dari tubuh Anda, termasuk penis Anda. Untuk itu, anda perlu menenangkan diri dan menghilangkan stres sebelum memulai aktifitas seks.
  • Marah
    Kemarahan dapat membuat darah mengalir ke wajah Anda, tetapi tidak ke satu tempat yang Anda butuhkan ketika Anda ingin berhubungan seks. Tidak mudah untuk merasa romantis ketika Anda mengamuk, apakah kemarahan Anda diarahkan pada pasangan Anda atau tidak. Kemarahan terpendam atau tidak benar dalam mengekspresikan kemarahan dapat berkontribusi untuk masalah kinerja di kamar tidur.
  • Cemas
    Rasa khawatir dan cemas akan membuat Anda tidak akan dapat melakukan performa yang baik dalam segala hal termasuk saat berhubungan seks. Kecemasan dari bagian lain dari kehidupan Anda juga dapat meluas ke kamar tidur. Semua kekhawatiran itu dapat membuat Anda takut dan menghindari keintiman.
  • Obesitas
    Berat badan ekstra atau obesitas pada tubuh Anda dapat memengaruhi kinerja seksual Anda, dan bukan sekadar menurunkan kepercayaan diri Anda. Pria obesitas memiliki tingkat hormon testosteron laki-laki yang lebih rendah, padahal hormon tersebut penting untuk gairah seksual dan ereksi. Kelebihan berat badan juga terkait dengan hipertensi dan pengerasan pembuluh darah yang dapat mengurangi aliran darah ke penis.
  • Pikiran negatif (negative thinking)
    Citra diri negatif dapat membuat Anda khawatir tidak hanya tentang bagaimana melihat diri Anda, tetapi juga seberapa baik Anda akan tampil di tempat tidur. Kecemasan kinerja dapat membuat Anda terlalu cemas untuk bahkan mencoba memulai seks.
  • Libido rendah
    Libido adalah keinginan untuk melakukan hubungan seks. Libido rendah tidak sama dengan disfungsi ereksi, tetapi banyak faktor yang sama yang menahan ereksi juga dapat meredam keinginan Anda pada seks. Rendah diri, stres, kecemasan, dan beberapa obat-obatan semua bisa mengurangi gairah seks Anda. Ketika semua kekhawatiran mereka terikat dengan bercinta, minat Anda pada seks dapat turun juga.
  • Penyakit
    Banyak kondisi kesehatan berbeda dapat memengaruhi saraf, otot, atau aliran darah yang dibutuhkan untuk ereksi. Diabetes, tekanan darah tinggi, pengerasan arteri, cedera saraf tulang belakang, dan multipel sklerosis dapat berkontribusi terhadap terjadinya disfungsi ereksi.

Penanganan

Disfungsi ereksi secara berkepanjangan dapat berdampak kepada keharmonisan hubungan dengan pasangan, juga kesulitan mendapat keturunan. Untuk mengatasinya, maka dibutuhkan pengobatan yang sesuai dengan penyebab dasarnya. Karena itu, konsultasi dengan dokter untuk mendiagnosa disfungsi ereksi penting dilakukan. Biasanya, dokter terlebih dahulu akan mencari tahu apa yang menjadi penyebabnya melalui penelusuran riwayat medis dan pemeriksaan fisik, diikuti tes penunjang. Jika sudah diketahui penyebabnya, maka selanjutnya akan dilakukan pengobatan.

Penanganan disfungsi ereksi bisa dengan pemberian obat-obatan, konseling, hingga tindakan operasi jika diperlukan. Obat-obatan yang bisa diberikan dokter antara lain obat perangsang ereksi, atau pemberian hormon testosteron jika terdapat kekurangan pada hormon tersebut. Selain itu, dokter juga dapat menyarankan untuk berkonsultasi kepada psikolog, jika dianggap disfungsi ereksi bersifat psikologis, misalnya akibat stres atau depresi.

Jika dengan pengobatan tidak membuahkan hasil yang diharapkan, dokter mungkin akan merekomendasikan tindakan operasi untuk mengatasi disfungsi ereksi. Jangan panik ketika Anda atau pasangan mengalami disfungsi ereksi. Segera konsultasikan kepada dokter mengenai kondisi tersebut. Bicarakan pula kemungkinan penyebab, sekaligus solusi terbaik untuk mengatasinya. Dukungan emosional dan menjalin hubungan yang baik dengan pasangan akan mendorong penderita disfungsi ereksi untuk menjalani terapi dengan lebih baik.

Dokter Anda dapat menentukan sumber masalah dan mungkin merekomendasikan intervensi gaya hidup seperti berhenti merokok atau menurunkan berat badan. Pilihan pengobatan lain mungkin termasuk obat disfungsi ereksi, perawatan hormon, perangkat hisap yang membantu menciptakan ereksi, atau konseling.

Be Smart, Sharing!

Related Posts---

Leave A Reply---

× WhatsApp