Gangguan Bipolar

Gangguan Bipolar

Gangguan Bipolar

Bipolar disorder merupakan suatu gangguan jiwa yang memiliki prevalensi cukup tinggi di dunia. Datanya pun menyebutkan bahwa tidak kurang dari 4% masyarakat Indonesia mengidap gangguan ini.

Bipolar disorder yakni sesuatu kendala mental pada seorang yang diisyarati dengan pergantian suasana hati ataupun mood secara ekstrim. Seorang pengidap gangguan bipolar dapat merasakan senang, kemudian secara tiba-tiba berubah menjadi depresi atau sedih.

Perubahan suasana hati ini juga bisa disebut sebagai mood swing, kerap mempengaruhi banyak aktivitas sehari-hari, seperti ketika kerja dan sekolah atau yang lainnya. Berbeda dengan penyakit secara fisik, kendala pada mental ini hendak lebih susah buat diatasi juga dengan kendala bipolar.

Bipolar disorder bisa saja terjadi pada setiap orang, meskipun ada beberapa kalangan yang memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengidapnya. Sampai saat ini pun belum ada bukti kuat secara ilmiah yang valid tentang faktor utama penyebab gangguan bipolar ini.

Faktor Penyebab

Faktor Genetik

Faktor genetik adalah salah satu faktor pemicu terjadinya gangguan bipolar ini. Seorang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat bipolar disorder akan mempunyai peluang cukup besar dari mengidap gangguan yang sama. Menurut penelitian, jika seorang memiliki orang tua ataupun saudara kandung dengan adanya riwayat bipolar, maka peluang untuk mengalami kondisi mood swing akan semakin terbuka lebar.

Kelainan Pada Otak

Struktur pada otak memiliki keterikatan dalam gangguan mental yang satu ini. Juga ketidakstabilan pada fungsi otak yang dapat memengaruhi suasana hati. Kerusakan sel-sel ini pada hipokamus berkontribusi dalam suatu perubahan suasana hati. Hipokamus ialah bagian otak yang berandil akan untuk mengingat sesuatu.

Tidak itu saja, ketidakseimbangan neurotransmiter serta adanya suatu masalah pada mitokondria dapat menyebabkan gangguan suasana hati. Mitokondria inipun berperan sangat penting dalam memproduksi sel-sel vital pada setiap tubuh manusia.

Jika mitokondria sudah tidak berfungsi secara normal, maka ini dapat memicu perubahan suasana hati dimana akibat adanya pola penggunaan energi yang berubah secara signifikan. Struktur otak bagi pengidap bipolar akan menunjukkan adanya suatu gerakan atau fungsi sel secara tidak normal.

Lingkungan

Faktor ini pada umumnya sangat jarang disadari oleh kebanyakan kalangan, sehingga perlu adanya penerapan manajemen emosi yang tepat untuk dapat menghindarinya.

Beberapa faktor lingkungan dibawah ini yang sangat dapat memicu gangguan mood swing meliputi:

  1. Adanya pelecehan seksual atau fisik
  2. Kematian seseorang yang sangat dicintai dan disayangi
  3. Stres berat
  4. Penyakit pada fisik yang tidak kunjung sembuh
  5. Trauma yang mendalam dimasa lalu
  6. Khawatir berlebihan akan sesuatu hal

Beberapa kondisi di atas memang sangat umum dialami oleh siapa saja. Tetapi jika dibiarkan berlangsung lama, maka ini sangat bisa untuk mengganggu kesehatan jiwa. Bahkan, faktor masalah tersebut dapat jadi penentu swing mood yang lebih tinggi daripada faktor genentik ataupun struktur pada otak.

Baca juga: Apa Itu Self Loathing

Gejala Bipolar Disorder

Kemenkes RI memaparkan adanya empat jenis gejala bipolar disorder, yaitu manik, hipomanik, depresi dan campuran. Dari masing-masing gejala tersebut memiliki adanya tanda-tanda mood yang berbeda-beda.

Gejala Manik

Gejala manik ini terjadi saat pengidap bipolar akan merasakan senang yang berlebihan (euforia) terhadap sesuatu secara ekstrim dan energi yang klimaks, tanda-tanda tersebut seperti:

  • Merasa yang paling hebat
  • Sangat mudah tersinggung
  • Tidak membutuhkan tidur karena merasa memiliki energi yang lebih
  • Mempunyai/memiliki ide-ide yang sangat banyak atau racing thought
  • Berbicara yang begitu cepat dan sulit untuk diikuti atau dicerna oleh orang lain
  • Sangat mudah teralihkan pandangan (distracted)
  • Muncul halusinasi yang tidak sepenuhnya benar (bukan kenyataan)
  • Melakukan suatu kegiatan yang cukup berbahaya tanpa memikirkan akan akibatnya

Gejala Hipomanik

Gejala hipomanik hampir sama dengan gejala manik akan tetapi tidak begitu menimbulkan gangguan. Ciri-cirinya pun relatif hampir sama, seperti suasana hati atau mood yang meningkat, serta merasa akan dirinya lebih produktif dari biasanya dan merasa lebih baik dari hari-hari yang sebelumnya. Biasanya gejala ini cukup jarang disadari.

Gejala Depresi

Depresi ialah suatu gejala pada saat seorang pengidap gangguan bipolar merasa “jatuh” atau “down”. Gejala ini bisa saja terjadi selama berhari-hari bahkan bisa sampai berminggu-minggu, seperti berikut:

  • Perasaan sedih yang mendalam
  • Kehilangan minat atau ketertarikan pada suatu hal
  • Makan dengan porsi yang sangat amat banyak ataupun kehilangan nafsu makan
  • Tidur dengan durasi berlebihan atau kesulitan tidur
  • Sulit berkonsentrasi
  • Sulit untuk membuat keputusan
  • Merasa tidak berguna atau tidak berharga
  • Seringnya muncul gelisah (tidak bisa duduk atau diam dengan tenang dan nyaman)
  • Selalu merasa bersalah
  • Memikirkan akan tentang kematian (kadang terbersit untuk melakukan bunuh diri)
  • Halusinasi berlebihan terhadap sesuatu yang tidak nyata

Gejala Campuran

Gejala ini biasanya dapat terjadi pada seseorang dengan gangguan bipolar di level tinggi, yaitu dimana berupa perubahan gejala secara cepat. Contohnya mulai dari gejala depresi menjadi manik ataupun sebaliknya. Jika gejala ini telah muncul, penanganan medis secara melibatkan psikiater amat sangat dibutuhkan.

Tipe bipolar disorder

Gangguan bipolar disorder dapat dibedakan menjadi lima tipe, yaitu:

  1. Bipolar 1, dapat berupa gejala yang sangat tinggi seperti manik berlangsung lebih dari satu minggu. Jika hal ini tidak mendapatkan penanganan maka gejala bisa bertahan sampai enam bulan lamanya. Depresi ini bisa terjadi di sela-sela periode manik , juga dapat berlangsung sampai 12 bulan lamanya jika tidak cepat ditangani.
  2. Bipolar 2, yaitu berupa gejala hipomanik yang bercampur aduk dengan depresi yang secara intens.
  3. Siklotimik ( chyclothymia ), yaitu berupa hipomanik dan juga depresi cukup ringan yang teratur dalam periode dua tahun lamanya. Gejala ini tidak lebih berat dari suatu gangguan bipolar itu sendiri. Maka, siklotimik lebih sering disebut dengan pra-bipolar.
  4. Bipolar campuran, sesorang yang mengalami dua gejala manik dan depresi di waktu yang bersamaan. Contohnya, seorang sedang mengalami depresi ataupun sedang sedih tetapi orang tersebut tetap sedang merasakan senang dan bersemangat dalam secara waktu bersamaan.
  5. Rapid-cycling bipolar, dimana seseorang dapat mengalami semua gejala gangguan bipolar (manik, hipomanik, depresi dan juga campuran) dalam periode 12 bulan lamanya. Perubahan ini antar satu gejala ke gejala yang lainnya bisa terjadi setiap hari.

Bipolar Pada Anak

Mengetahui bipolar pada anak-anak bukanlah suatu hal yang mudah, dikarenakan gejalanya pun tidak selalu seperti orang dewasa. Bipolar pada anak-anak ini dapat dideteksi dari suatu kebiasaan “tidak biasa” mereka yang berlangsung dalam waktu berulang-ulang, contohnya:

  • Sering melakukan hal konyol
  • Suka termenung
  • Tidak memiliki akan minat terhadap sesuatu hal
  • Sulitnya dalam berkonsentrasi
  • Melakukan hal-hal beresiko yang tak biasa dilakukan anak-anak lain di masa usianya
  • Seringnya memikirkan hal kematian

Bipolar Pada Remaja

Perasaan cemas yang sangat berlebihan bukanlah hal baru yang biasanya terjadi pada kalangan remaja. Hal ini dapat disebabkan oleh pertumbuhan hormon pubertas yang terus berkembang. Seringnya emosi dan juga kebiasaan yang kurang baik dapat juga untuk membuka potensi terjadinya gangguan bipolar, seperti berikut ini:

  • Berperilaku yang melebih-lebihkan akan sesuatu
  • Mengambil bagian dalam hal tindakan yang beresiko
  • Mengkonsumsi/penyalahgunaan zat terlarang
  • Selalu/sering memikirkan seks dan seks
  • Suka marah-marah tanpa sebab
  • Mudahnya terganggu dan sulit untuk konsentrasi atau fokus
  • Enggan untuk bersosialisasi dengan yang lain
  • Sulit tidur meski sedang dalam keadaan lelah
  • Berfikir akan sesuatu yang ekstrim, contohnya keinginan bunuh diri

Bipolar Pada Pria

Pada pria dewasa memiliki gejala yang umum dengan gangguan bipolar yang sama. Hanya saja ada beberapa gejala tertentu yang lebih sedikit berbeda, seperti:

  • Mengalami masa manik secara berlebih
  • Kecenderungan tingkat bunuh diri lebih tinggi
  • Enggan untuk mencari solusi dengann cara perawatan medis

Bipolar Pada Wanita

Meski memiliki gejala yang sama dengan pria, pada umumnya wanita memiliki tanda-tanda yang sangat rumit, seperti:

  • Gejala depresi yang lebih tinggi daripada gejala yang lainnya
  • Emosi yang sering tidak stabil
  • Dapat mengalami beberapa gejala gangguan bipolar disorder sekaligus dalam kurun waktu tertentu

Kapan harus mendatangi dokter?

Sebagian besar seorang pengidap bipolar disorder sering tidak menyadarinya akan ketidakstabilan pada suasana hati atau mood dan emosi mereka. Padahal, bila ini tidak mendapatkan bantuan penanganan medis, maka gejala yang ada bisa terjadi dalam kurun waktu yang lebih lama, bahkan mencapai tahunan lamanya.

Gejala yang paling bisa dirasakan biasanya adalah adanya perubahan mood secara mendadak dan berulang. Rasa senang yang berlebihan “euforia” yang mendadak berubah menjadi kesedihan atau kemurungan bisa mengindikasikan bahwa kamu sedang mengalami gangguan bipolar ini.

Hubungi kami untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Telepon/WhatsApp: 0811-6131-718

Reservasi Online: Disini

Subscribe Youtube: Klinik Atlantis
Follow Instagram: Klinik Atlantis
Follow Facebook: Klinik Atlantis Medan

Alamat: Jalan Williem Iskandar ( Pancing ) Komplek MMTC Blok A No. 17-18, Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Sumatera Utara 20223

Leave A Reply---