fbpx

Hai Para Pria, Sudah Tahukah Bahaya Torsio Testis?

Hai Para Pria, Sudah Tahukah Bahaya Torsio Testis?

torsio testis - Hai Para Pria, Sudah Tahukah Bahaya Torsio Testis?

Apa itu Torsio Testis

Sekitar 90 persen penyakit kelamin dan problem seksual sejatinya menyerang pria dewasa. Namun tidak dengan torsio testis. Pasalnya masalah ini paling sering terjadi pada anak laki-laki dengan rentang usia 12 dan 18 tahun. Namun demikian torsio testis dapat juga terjadi pada segala usia, bahkan sebelum kelahiran. Lalu apakah torsio testis ini?

Torsio testis adalah kondisi ketika testis mengalami puntiran atau terbelit bundel saluran sperma. Semestinya, saluran sperma tersebut membawa darah yang mengandung oksigen ke testis. Ketika saluran ini terbelit, maka aliran darah dan oksigen menuju testis jadi tidak lancar. Pria yang mengalami torsio testis akan merasakan nyeri yang tajam dan menusuk di bagian testis.

Jika tidak cepat-cepat ditangani, hal ini bisa menyebabkan salah satu bagian testis membengkak dan besar sebelah. Dampak fatalnya lagi, kondisi ini bisa berakibat fatal hingga mengancam jiwa karena ketika aliran darah telah terputus terlalu lama, testis mungkin menjadi rusak parah sehingga harus diangkat.

Penyebab

Torsio testis terjadi ketika testis berputar dalam jaringan spermatika (spermatic cord), yang membawa darah ke testis dari perut. Jika testis berputar beberapa kali, aliran darah ke dalam testis dapat sepenuhnya terhambat sehingga menyebabkan kerusakan testis lebih cepat.

Belum jelas mengapa torsio testis bisa terjadi. Kebanyakan laki-laki yang mengalami torsio testis merupakan bawaan keturunan, yang memungkinkan testis berputar bebas di dalam skrotum. Kondisi bawaan keturunan ini sering mempengaruhi kedua buah zakar. Tetapi tidak semua laki-laki yang memiliki sifat bawaan keturunan ini akan mengalami torsio testis.

Torsio testis sering terjadi beberapa jam setelah melakukan aktivitas yang berat maupun setelah mengalami cedera ringan pada testis atau saat tidur. Suhu dingin atau pertumbuhan testis yang cepat selama pubertas juga berperan utama.

Gejala dan Tanda

Torsio testis jarang terjadi, hanya sekitar 1 dari 5000 orang mengidap kondisi ini. Biasanya, torsio testis terjadi dikarenakan perkembangan abnormal dari funikulus spermatikus (selaput yang membungkus testis) dan menimbulkan gejala serta tanda-tanda seperti berikut :

  • Nyeri tiba-tiba atau berat dalam satu testis, hal ini bisa Anda rasakan pada saat berjalan atau testis Anda dalam posisi bergerak.
  • Skrotum, yang merupakan kantong longgar pembungkus testis membengkak.
  • Muntah.
  • Mual.
  • Rasa nyeri pada perut.
  • Posisi sebuah testis yang lebih tinggi dari biasanya atau pada sudut yang tidak biasa
  • Sering buang air kecil
  • Demam

Torsio testis dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada awalnya, dan apabila dibiarkan dapat mengakibatkan gangrene karena kurangnya peredaran darah ke testis. Saat dideteksi menderita torsi testis, mungkin Anda memerlukan operasi segera. Tujuan dari operasi adalah untuk menyelamatkan testis. Jika testis tidak dapat diselamatkan, testis akan diambil (prosedur yang dikenal sebagai orchiectomi). Jika putaran testis berhasil dikembalikan ke semula, testis akan dijahit dalam skrotum sehingga testis tidak bisa lagi memutar (disebut orchiopeksi). Testis lainnya juga akan menjalani fiksasi terhadap skrotum untuk menghilangkan risiko torsio testis di kemudian hari.

Pengobatan dan Pencegahan

Pembedahan diperlukan untuk memperbaiki torsio testis. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin bisa menguraikan testis yang terplintir dengan mendorong skrotum (detorsi secara manual). Namun, Anda masih perlu tindakan operasi untuk mencegah terjadinya torsio lagi.

Pembedahan untuk torsio testis biasanya dilakukan dengan anestesi umum. Selama operasi, dokter Anda akan membuat sayatan kecil di skrotum Anda, dan menguraikan jaringan spermatika (spermatic cord) Anda yang terplintir, dan bila perlu, menjahit salah satu atau kedua buah testis ke bagian dalam skrotum. Semakin cepat testis dipilin kembali, semakin besar kesempatan menyelamatkan testis Anda. Setelah enam jam dari awal rasa sakit, kemungkinan pengangkatan testis Anda semakin besar. Jika pengobatan tertunda lebih dari 12 jam dari awal timbulnya rasa sakit, setidaknya ada kemungkinan 75% diperlukan pengangkatan testis.

Pencegahan torsio testis adalah dengan jalan orchiopeksi, yaitu fiksasi testis terhadap skrotum. Jika Anda melakukan metode ini, jangan khawatir mengenai tingkat kesuburan karena kesuburan dapat dipertahankan bahkan setelah kehilangan satu testis. Selain itu, tidak ada perubahan secara fisik setelah kehilangan satu testis.

Selain itu, apabila Anda didiagnosis dengan torsio testis dan menjalani operasi perbaikan, kondisi ini mungkin akan membatasi Anda dalam beraktivitas, terutama jika operasi dilakukan di kedua testis. Anda juga mungkin perlu menghindari berpartisipasi dalam olahraga yang berat, karena hantaman kuat ke testis saat berolahraga dapat membelit ikatan testis.

Punya masalah kelamin? Segera hubungi 0811-6591-718 untuk konsultasi lebih lanjut.

Related Posts---

Leave A Reply---

WhatsApp Kami