Herpes

Herpes simplex virus 

Proses Penyakit

Herpes ditularkan melalui kontak kulit-ke-kulit yang dekat. Untuk menginfeksi orang, virus herpes simpleks (baik HSV-1 dan HSV-2) harus masuk ke dalam tubuh melalui luka kecil di kulit atau melalui selaput lendir, seperti di dalam mulut atau di area genital atau dubur. Risiko infeksi paling tinggi dengan kontak langsung lepuh atau luka selama wabah. Tetapi infeksi juga dapat berkembang dari kontak dengan pasangan yang terinfeksi yang tidak memiliki luka yang terlihat atau gejala lainnya.

Setelah virus bersentuhan dengan selaput lendir atau luka kulit, virus memasuki inti sel jaringan kulit dan mulai bereplikasi. Virus kemudian diangkut dari ujung saraf kulit ke kelompok sel saraf (ganglia) di mana ia tetap tidak aktif (laten) untuk beberapa waktu.

Selama periode tidak aktif, virus dalam keadaan tidur (tidak aktif) dan tidak dapat ditularkan ke orang lain. Namun, pada titik tertentu, virus bangun dan berjalan di sepanjang jalur saraf ke permukaan kulit di mana ia mulai berkembang biak lagi. Selama waktu ini, virus dapat menginfeksi orang lain jika ditularkan melalui cairan atau sekret tubuh.

Periode reaktivasi, replikasi, dan transmisi ini disebut pelepasan virus. Penumpahan virus dapat disertai dengan gejala yang nyata (wabah) tetapi juga dapat terjadi tanpa menimbulkan gejala (penumpahan asimtomatik). Dalam kedua kasus, seseorang menular selama periode pelepasan virus.

Gejala mungkin muncul sebagai beberapa benjolan merah kecil atau bercak yang mengembangkan lepuh. Pertama kali gejala herpes terjadi disebut wabah primer, atau awal. Wabah berikutnya disebut kekambuhan. Tidak ada yang bisa memprediksi kapan wabah herpes akan kambuh. Pemicu tertentu dapat membangunkan virus dari keadaan tidak aktifnya dan membuatnya aktif kembali. Pemicu ini termasuk hal-hal seperti stres, penyakit, dan sinar matahari. Secara umum, herpes menyebabkan gejala yang lebih ringan daripada wabah primer.

Begitu seseorang terinfeksi herpes simpleks, virus tetap berada di dalam tubuh untuk waktu yang sangat lama. Wabah cenderung berkurang seiring waktu.

Tampilan close-up dari wabah herpes awal ini menunjukkan lepuh kecil berkelompok (vesikel) dan banyak peradangan (eritema).

Tahapan Infeksi Herpes

Infeksi herpes yang muncul biasanya terjadi dalam beberapa tahapan. Rincian tahapan infeksi herpes adalah sebagai berikut:

Stadium primer

Stadium primer terjadi pada hari kedua hingga kedelapan setelah terjadinya infeksi herpes. Gejala yang muncul adalah blister (kulit yang melepuh) berukuran kecil, namun menyakitkan. Blister biasanya berisi cairan berwarna bening atau keruh, dan dapat pecah serta menimbulkan luka terbuka. Daerah di sekitar blister akan berwarna kemerahan.

Stadium laten

Pada stadium ini, gejala herpes seperti blister dan koreng akan mereda. Tetapi pada stadium ini, sebetulnya virus sedang menyebar ke saraf dekat saraf tulang belakang melalui kulit.

Stadium peluruhan

Pada stadium ini, virus mulai berkembang biak pada ujung-ujung saraf organ tubuh. Jika ujung saraf yang terinfeksi terletak pada organ tubuh yang menghasilkan cairan, seperti testis atau vagina, virus herpes dapat terkandung dalam cairan tubuh seperti semen dan lendir Biasanya tidak terjadi gejala yang terlihat, namun sebenarnya sedang terjadi perkembangbiakan virus di dalam tubuh.

Stadium rekurensi (muncul kembali)

Pada stadium ini, blister pada kulit yang terjadi di stadium pertama dapat muncul kembali. Biasanya tidak separah lepuhan dan koreng yang sebelumnya. Gejala yang umumnya muncul pada stadium rekurensi ini adalah gatal, kesemutan, dan nyeri di daerah yang terkena infeksi pada stadium pertama.

Punya Keluhan Penyakit? Hubungi kami untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Telepon/WhatsApp: 0811-6131-718

Subscribe Youtube: Klinik Atlantis

KLINIK ATLANTIS
Alamat: Jalan Williem Iskandar ( Pancing ) Komplek MMTC Blok A No. 17-18, Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Sumatera Utara 2022

Related Posts---

Leave A Reply---