fbpx

Herpes Simplex Virus ( HSV )

Herpes Simplex Virus ( HSV )

Herpes Simplex Virus 600x600 - Herpes Simplex Virus ( HSV )

Virus Herpes Simpleks adalah virus DNA yang dapat menyebabkan infeksi akut pada kulit yang ditandai dengan adanya vesikel yang berkelompok di atas kulit yang sembab, ada 2 tipe virus herpes simpleks yang sering menginfeksi yaitu : – HSV-Tipe I (Herpes Simplex Virus Type I) – HSV-Tipe II (Herpes Simplex Virus Type II)

HSV-Tipe I biasanya menginfeksi daerah mulut dan wajah (Oral Herpes), sedangkan HSV-Tipe II biasanya menginfeksi daerah genital dan sekitar anus (Genital Herpes). HSV-1 menyebabkan munculnya gelembung berisi cairan yang terasa nyeri pada mukosa mulut, wajah, dan sekitar mata. HSV-2 atau herpes genital ditularkan melalui hubungan seksual dan menyebakan gelembung berisi cairan yang terasa nyeri pada membran mukosa alat kelamin.

Infeksi pada vagina terlihat seperti bercak dengan luka. Pada pasien mungkin muncul iritasi, penurunan kesadaran yang disertai pusing, dan kekuningan pada kulit (jaundice) dan kesulitan bernapas atau kejang. Lesi biasanya hilang dalam 2 minggu. infeksi. Episode pertama (infeksi pertama) dari infeksi HSV adalah yang paling berat dan dimulai setelah masa inkubasi 4-6 hari. Gelala yang timbul, meliputi nyeri, inflamasi dan kemerahan pada kulit (eritema) dan diikuti dengan pembentukan gelembung-gelembung yang berisi cairan. Cairan bening tersebut selanjutnya dapat berkembang menjadi nanah, diikuti dengan pembentukan keropeng atau kerak (scab).

Penyebab herpes simpleks adalah virus yang ditularkan melalui mulut, kulit, dan kelamin.
Herpes simpleks disebabkan oleh virus herpes simpleks, yaitu HSV-1 dan HSV-2. Kedua jenis virus ini sangat mudah menular. HSV dapat menular dan masuk ke dalam tubuh melalui berbagai membran mukosa, seperti mulut, kulit, dan kelamin.

Virus ini seringkali menetap di tubuh manusia dan suatu saat bisa aktif lagi. Saat virus ini aktif, gejala-gejala herpes simpleks akan kembali muncul. Virus ini bisa kambuh antara empat sampai lima kali pada dua tahun pertama sejak terinfeksi. Ketika pertama kali terinfeksi, tubuh akan menghasilkan antibodi untuk melawan infeksi. Hal itu membuat tubuh bisa mengenali virus dan menyusun kekuatan yang dibutuhkan untuk melawan HSV secara lebih efektif. Oleh karena itu, infeksi atau gejala kambuhan yang terjadi tidak akan separah infeksi pertama.

Frekuensinya akan berkurang dan gejalanya akan lebih cepat hilang. Penularan herpes simpleks dapat terjadi melalui kontak langsung dari orang yang terinfeksi. Saat HSV ada di permukaan kulit orang yang terinfeksi, ia dapat dengan mudah diteruskan ke orang lain melalui bagian yang lembap dari dinding kulit yang melapisi mulut, anus, dan alat kelamin. Virus ini juga dapat menyebar ke individu lain melalui area kulit lainnya, begitu juga dengan mata. Namun demikian, seseorang tidak dapat terinfeksi HSV dengan hanya menyentuh benda, seperti handuk, alat makan, dan sikat gigi, kecuali dengan alat bantu seksual yang dipakai oleh penderita herpes. Hal ini karena virus tidak akan mampu bertahan lama jika terlepas dari kulit.

Infeksi dapat terjadi dengan cara berikut.
1. Melakukan hubungan seksual tanpa kondom.
2. Melakukan seks oral dengan orang yang mengalami luka dingin.
3. Berbagi mainan seks.
4. Melakukan kontak kelamin dengan orang yang terinfeksi HSV.

Gejala Herpes Simpleks bisa dengan infeksi primer dan gejala infeksi berulang. Pada beberapa kasus bahkan tidak mengalami tanda-tanda terinfeksi.
Virus HSV terkadang tidak menunjukkan gejala. Kebanyakan orang tidak mengalami gejala selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelah terinfeksi. Akibatnya, mereka tidak tahu bahwa dirinya telah terinfeksi virus herpes. Gejala-gejala herpes simpleks yang dapat muncul terbagi menjadi dua, yaitu gejala infeksi primer yang terjadi saat seseorang pertama kali terinfeksi dan gejala infeksi berulang.

Gejala infeksi primer
1. Luka lepuh dan nanah di area genital luar, vagina, atau leher rahim.
2. Sakit dan gatal.
3. Pembesaran kelenjar getah bening.
4. Sakit saat buang air kecil.
5. Malaise (merasa tidak sehat).
6. Dingin di sekitar mulut.

Gejala infeksi berulang Gejala ini tidak berlangsung lama seperti pada tahap infeksi primer. Biasanya berlangsung tidak lebih dari sepuluh hari.

1. Terbakar atau kesemutan di sekitar alat kelamin sebelum luka muncul.
2. Dingin di sekitar mulut.
3. Luka yang memerah
4. Wanita mungkin mengalami luka lepuh dan nanah di area serviks.

Pengobatan herpes simpleks dapat dilakukan dengan pengobatan mandiri di rumah untuk membantu meredakan gejala yang muncul.

Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Mandi dengan air garam
2. Berendam dalam bak mandi yang hangat
3. Bersihkan luka agar tidak menjadi infeksi dengan air biasa atau garam
4. Tutup luka dengan es batu yang dibalut dengan kain
5. Hindari penggunaan pakaian ketat di sekitar area yang terkena herpes
6. Cuci tangan, terutama setelah menyentuh area yang terkena
7. Oleskan krim pereda rasa sakit pada luka lepuh
8. Menahan diri dari aktivitas seksual sampai gejala hilang
9. Perbanyak minum air mineral
10. Konsumsi obat pereda rasa sakit

Punya Keluhan penyakit? Hubungi kami untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Tlp/WA: 0811-6131-718

Subscribe Youtube: Klinik Atlantis

KLINIK ATLANTIS
Alamat: Jalan Williem Iskandar ( Pancing ) Komplek MMTC Blok A No. 17-18, Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Sumatera Utara 20223

 

Related Posts---

Leave A Reply---

WhatsApp Kami