Impetigo

Impetigo

Impetigo 

Pengertian

Impetigo lebih sering terjadi pada anak-anak daripada orang dewasa. Tingginya interaksi fisik dengan teman-teman sebaya di lingkungan sekolah atau taman bermain membuat anak-anak lebih sering menjadi korban impetigo.

Gejala Impetigo

Berdasarkan gejalanya, impetigo dibagi dua, yaitu:

  1. Impetigo bulosa, ditandai dengan kulit yang melepuh dan berisi cairan. Kemunculan impetigo bulosa biasanya juga disertai dengan demam dan pembengkakan kelenjar getah bening.
  2. Impetigo nonbulosa, ditandai dengan munculnya bercak-bercak merah, seperti luka yang meninggalkan kerak berwarna kuning kecokelatan. Meski tidak melepuh, impetigo nonbulosa lebih menular dibandingkan dengan impetigo bulosa.

Infeksi impetigo bulosa biasanya muncul di bagian tengah tubuh antara pinggang dan leher atau lengan dan tungkai. Sedangkan infeksi impetigo nonbulosa biasa terjadi di sekitar mulut dan hidung, tapi dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya melalui perantara jari, handuk, atau baju yang telah terpapar bakteri.

Faktor resiko

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko impetigo meliputi:

  1. Usia. Impetigo paling sering terjadi pada anak-anak usia 2 sampai 5 tahun.
  2. Kontak jarak dekat. Impetigo menyebar dengan mudah di dalam keluarga, di lingkungan yang ramai, seperti sekolah dan fasilitas penitipan anak, dan dari berpartisipasi dalam olahraga yang melibatkan kontak kulit-ke-kulit.
  3. Hangat, cuaca lembab. Infeksi impetigo lebih sering terjadi pada cuaca hangat dan lembab.
  4. Kulit rusak. Bakteri penyebab impetigo sering masuk ke kulit melalui luka kecil, gigitan serangga atau ruam.
  5. Kondisi kesehatan lainnya. Anak-anak dengan kondisi kulit lain, seperti dermatitis atopik (eksim), lebih mungkin mengalami impetigo. Orang dewasa yang lebih tua, penderita diabetes atau orang dengan sistem kekebalan yang lemah juga lebih mungkin untuk mendapatkannya.

Komplikasi

Impetigo biasanya tidak berbahaya. Dan luka dalam bentuk infeksi ringan umumnya sembuh tanpa jaringan parut.

Jarang, komplikasi impetigo meliputi:

  1. Selulitis. Infeksi yang berpotensi mengancam jiwa ini mempengaruhi jaringan di bawah kulit dan akhirnya dapat menyebar ke kelenjar getah bening dan aliran darah.
  2. Masalah ginjal. Salah satu jenis bakteri penyebab impetigo juga dapat merusak ginjal.
  3. Jaringan parut. Luka yang terkait dengan ektima dapat meninggalkan bekas luka.

Pencegahan

Menjaga kebersihan kulit adalah cara terbaik untuk menjaganya tetap sehat. Sangat penting untuk segera mencuci luka, goresan, gigitan serangga dan luka lainnya.

Untuk membantu mencegah impetigo menyebar ke orang lain:

  1. Cuci area yang terkena dengan lembut dengan sabun lembut dan air mengalir, lalu tutup dengan kain kasa.
  2. Cuci pakaian, seprai, dan handuk orang yang terinfeksi setiap hari dengan air panas dan jangan membaginya dengan orang lain di keluarga Anda.
  3. Kenakan sarung tangan saat mengoleskan salep antibiotik dan cuci tangan Anda sampai bersih sesudahnya.
  4. Potong pendek kuku anak yang terinfeksi untuk mencegah kerusakan akibat garukan.
  5. Dorong cuci tangan secara teratur dan menyeluruh serta kebersihan yang baik secara umum.
  6. Jauhkan anak Anda dengan impetigo di rumah sampai dokter Anda mengatakan mereka tidak menular.

Punya Keluhan Penyakit? Hubungi kami untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Telepon/WhatsApp: 0811-6131-718

Subscribe Youtube: Klinik Atlantis

KLINIK ATLANTIS
Alamat: Jalan Williem Iskandar ( Pancing ) Komplek MMTC Blok A No. 17-18, Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Sumatera Utara 2022

Related Posts---

Leave A Reply---