Impetigo

Impetigo

impetigo - Impetigo

Apa itu Impetigo?

Impetigo adalah penyakit kulit yang disebabkan infeksi karena bakteri berupa lepuh atau bercak luka terbuka pada kulit. Area yang sakit akan terlihat memerah dan dapat terjadi di manapun pada tubuh Anda. Dalam beberapa kasus, impetigo terjadi terutama di sekitar hidung dan mulut, dan di tangan serta kaki.

Penyakit ini bisa menular karena kontak secara langsung antara kulit dengan kulit atau dengan barang-barang perantara, seperti handuk, baju, atau peralatan makan yang telah terkontaminasi bakteri. Impetigo lebih sering terjadi pada anak-anak daripada orang dewasa karena tingginya interaksi fisik dengan teman-teman bermain.

Impetigo dibagi menjadi 2 jenis, yaitu impetigo yang ditandai dengan keropeng (impetigo krustosa), dan impetigo yang ditandai dengan benjolan berisi cairan (impetigo bulosa).

Impetigo Krustosa

Impetigo jenis ini ditandai dengan keropeng, sebagian besar terdapat pada anak usia 2-5 tahun, karena sistem imun anak yang belum berkembang sempurna. Impetigo krustosa merupakan infeksi kulit bakteri yang paling sering dijumpai pada anak, terutama anak yang tinggal di iklim panas dan lembab. Gejala timbul 1-3 hari setelah infeksi. Kelainan kulit diawali oleh kemerahan mendatar pada kulit yang dengan cepat berubah menjadi benjolan seperti jerawat yang berisi cairan atau nanah berukuran kurang lebih 2 cm.

Benjolan kecil ini dapat pecah, mengeluarkan isi nanah atau cairan, kemudian mengering dan meninggalkan keropeng tebal berwarna kuning. Jika keropeng ini dikelupas, terdapat luka dangkal yang merah dan basah di bawahnya. Kelainan kulit ini terutama terdapat di sekitar lubang hidung dan mulut karena dianggap sebagai sumber infeksi dari daerah tersebut. Dapat juga ditemui di lengan atau tungkai, namun jarang mengenai telapak tangan dan telapak kaki.

Meski bisa sembuh tanpa di obati, komplikasi dari impetigo krustosa menyebabkab radang pada ginjal yang disebut glomerulonefritis pasca-streptococcus yang terjadi pada 1-5% penderita. Glomerulonefritis ini ditandai dengan tekanan darah tinggi, bengkak pada wajah atau tubuh, dan air seni berwarna merah. Gejala timbul 10 hari setelah impetigo pertama kali muncul namun dapat juga timbul 1-5 minggu kemudian. Pengobatan impetigo dengan antibiotik tidak berpengaruh terhadap risiko terjadinya glomerulonefritis.

Impetigo Bulosa

Impetigo jenis ini ditandai dengan benjolan berisi cairan, sering ditemui pada bayi baru lahir, namun juga bisa ditemui pada anak dan dewasa. Kelainan kulit berupa benjolan kecil yang dengan cepat membesar menjadi benjolan besar berisi cairan (bula). Pada awalanya cairan berwarna jernih, kemudian menjadi keabu-abuan dan akhirnya menjadi kuning gelap seperti nanah (bula hipopion). Permukaan benjolan ini datar dan di sekitarnya tidak terdapat kemerahan, umumnya berukuran kurang dari 3 cm. Benjolan besar ini sangat rapuh sehingga mudah pecah, mengeluarkan nanah kekuningan dan meninggalkan luka dangkal dengan sisik di tepinya (collarette).

Impetigo jenis ini umumnya ditemukan di daerah lipatan kulit, seperti di leher, ketiak, dan lipat paha. Kelainan kulit dapat menyebar ke daerah kulit lain akibat garukan penderita. Berbeda dengan impetigo krustosa, pada impetigo bulosa jarang terdapat kemerahan dan pembengkakan kelenjar getah bening. Selain itu, impetigo jenis ini tidak terlalu menular seperti tipe krustosa dan dapat sembuh dengan spontan dalam beberapa minggu tanpa bekas. Pada bayi, dapat disertai gejala umum seperti demam, lemas, dan diare.

Gejala Impetigo

Gejala impetigo tidak langsung muncul setelah penderita terinfeksi. Gejala itu biasanya baru terlihat setelah 4-10 hari sejak terpapar bakteri. Impetigo nonbulosa lebih sering ditemukan dibanding impetigo bulosa. Untuk mencegah penyebaran infeksi, disarankan agar tidak menyentuh area kulit yang terinfeksi.

Infeksi impetigo bulosa biasanya muncul di bagian tengah tubuh antara pinggang dan leher atau lengan dan tungkai. Sedangkan infeksi impetigo nonbulosa biasa terjadi di sekitar mulut dan hidung, tapi dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya melalui perantara jari, handuk, atau baju yang telah terpapar bakteri.

Pengobatan

Impetigo merupakan infeksi ringan yang dapat disembuhkan dengan mudah. Impetigo dapat sembuh dengan sendirinya dalam 2 minggu tanpa bekas luka, namun pemberian obat dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman, memperbaiki penampilan, dan mencegah penyebaran bakteri sehingga mencegah komplikasi. Pengobatan impetigo dapat berupa antibiotik yang dioleskan pada kelainan kulit (antibiotik topikal), antibiotik tablet, dan cairan pembersih (desinfektan).

Menjaga kebersihan kulit yang terinfeksi sangat penting. Kulit yang terinfeksi perlu dicuci dengan air dan sabun, atau ditambahkan cairan desinfektan serperti gentian violet. Terapi utama pada impetigo adalah antibiotik, umumnya antibiotik yang dioleskan di luka. Antibiotik topikal memiliki beberapa keuntungan, seperti: dapat digunakan hanya jika dibutuhkan, tidak mahal, dan rendah efek samping.

Antibiotik topikal yang umumnya digunakan untuk impetigo adalah Mupirocin atau Asam Fusidat karena efektif dan dapat ditoleransi dengan baik. Antibiotik ini dioleskan pada kulit yang terinfeksi 3 kali sehari setelah dibersihkan selama 3-5 hari. Sebelum mengoleskan antibiotik, keropeng dapat dilepaskan dahulu Efek samping antibiotik jarang ditemui dan umumnya ringan. Antibiotik tablet diberikan pada penderita yang tidak dapat mentoleransi antibiotik topikal dan perlu dipertimbangkan untuk penderita dengan kelainan kulit yang luas atau dengan gejala berat. Antibiotik tablet yang dapat diberikan antara lain Eritromisin, Amoksilin, dan golongan Sefalosporin selama 10 hari.

Related Posts---

Leave A Reply---

× WhatsApp
Lewat ke baris perkakas