fbpx

Impotensi

Impotensi

Impotensi 600x600 - Impotensi

Gaya hidup yang tidak sehat menjadi salah satu ciri dan gejala impotensi adalah penis yang tidak bisa keras meskipun sudah dirangsang cukup lama.

Seseorang mengidap impotensi tidak mendadak melainkan melalui proses yang cukup lama. Seperti merokok bertahun-tahun atau kegemukan saat masih remaja. Hal-hal seperti itu menyebabkan terjadinya gangguan pada pembuluh darah secara perlahan hingga akhirnya terjadilah impotensi.

Gaya hidup dan makanan yang dikonsumsi saat usia muda juga berpengaruh terhadap kehidupan seksual saat usia dewasa kelak. Sebuah penelitian membuktikan hal tersebut, bahwa anak-anak dan remaja yang mengalami kegemukan akan mengalami masalah impotensi dan masalah seksual lainnya di kemudian hari saat usia telah dewasa.

Penelitian tersebut awalnya dilakukan untuk mengetahui lebih jauh efek penyakit diabetes terhadap fungsi organ seks. Penelitian dilakukan terhadap anak-anak dan remaja pria karena umumnya pria usia muda tidak memiliki masalah diabetes. Para peneliti mengaku terkejut karena adanya penurunan kadar testosteron dalam darah pada remaja pria yang memiliki berat badan berlebih.

Penelitian dilakukan terhadap 50 pria remaja usia muda, 25 orang memiliki berat badan normal dan 25 lainnya mengalami kegemukan atau obesitas. Hasil penelitian diketahui bahwa remaja pria yang mengalami kegemukan menunjukkan kadar testosteron yang lebih rendah dibanding remaja pria dengan berat badan yang normal.

Penelitian tersebut dilakukan di Universitas Medicine dan Biomedical Buffalo. “Perbedaaannya mencapai 50%, artinya remaja kegemukan kekurangan testosteron sampai 50% jika dibandingkan dengan remaja seusia dengan berat badan yang normal”, ujar Paresh Dandona, salah seorang peneliti.

Seperti diketahui testosteron memegang peranan yang sangat penting terutama dalam meningkatkan gairah seksual. Kekurangan hormon testosteron menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi atau impotensi pada pria dewasa. Saat remaja pria umumnya akan memiliki kadar testosteron yang sangat tinggi sehingga memperlihatkan perubahan-perubahan pada bentuk tubuh dan suara.

Terlalu gemuk
Kekurangan hormon testosteron pada usia remaja akan menyebabkan karakterisitik seksual mereka tidak akan berkembang secara normal, contohnya massa otot lemah, suara tidak berubah dan rambut pada kelamin tidak tumbuh.

Dampak paling buruk kekurangan testosteron pada pria adalah terjadinya resistensi insulin yang bisa mengarah pada munculnya penyakit diabetes. Oleh karena itu perlu segera dilakukan usaha untuk meningkatkan kembali kadar testosteron dengan cara melakukan diet dan memperbaiki gaya hidup menjadi lebih sehat.

Tubuh yang terlalu gemuk akan mengganggu proses penyerapan gula dan dapat merusak organ-organ lain yang berhubungan. Kegemukan di usia remaja juga memberi sumbangan terhadap terjadinya gangguan fungsi vaskular saat usia dewasa nanti, sebagai akibatnya aliran darah dari dan menuju penis akan terganggu, sehingga terjadilah impotensi.

PENYEBAB IMPOTENSI

Impotensi biasanya merupakan akibat dari:
1. Kelainan pembuluh darah
2. Kelainan persyarafan
3. Obat-obatan
4. Kelainan pada penis
5. Masalah psikis yang memengaruhi gairah seksual.

Penyebab yang bersifat fisik lebih banyak ditemukan pada pria lanjut usia, sedangkan masalah psikis lebih sering terjadi pada pria yang lebih muda. Semakin bertambah umur seorang pria, maka impotensi semakin sering terjadi, meskipun impotensi bukan merupakan bagian dari proses penuaan tetapi merupakan akibat dari penyakit yang sering ditemukan pada usia lanjut. Sekitar 50% pria berusia 65 tahun dan 75% pria berusia 80 tahun mengalami impotensi.

Agar bisa tegak, penis memerlukan aliran darah yang cukup. Karena itu penyakit pembuluh darah (misalnya aterosklerosis) bisa menyebabkan impotensi. Impotensi juga bisa terjadi akibat adanya bekuan darah atau akibat pembedahan pembuluh darah yang menyebabkan terganggunya aliran darah arterike penis.

Kerusakan saraf yang menuju dan meninggalkan penis juga bisa menyebabkan impotensi. Kerusakan saraf ini bisa terjadi akibat:
1. Cedera Diabetes melitus
2. Sklerosis multiple
3. Stroke
4. Obat-obatan
5. Alkohol
6. Penyakit tulang belakang bagian bawah
7. Pembedahan rektum atau prostat.

Sekitar 25% kasus impotensi disebabkan oleh obat-obatan (terutama pada pria usia lanjut yang banyak mengonsumsi obat-obatan).

Obat-obat yang bisa menyebabkan impotensi adalah:
1. Anti-hipertensi
2. Anti-psikosa
3. Anti-depresi
4. Obat penenang
5. Simetidin
6. Litium

Kadang impotensi terjadi akibat rendahnya kadar hormon testosteron. Tetapi penurunan kadar hormon pria (yang cenderung terjadi akibat proses penuaan), biasanya lebih sering menyebabkan penurunan gairah seksual (libido).

Beberapa faktor psikis yang bisa menyebabkan impotensi:
1. Depresi
2. Kecemasan
3. Perasaan bersalah
4. Perasaan takut akan keintiman
5. Kebimbangan tentang jenis kelamin.

Gejala: Penderita tidak mampu memulai dan mempertahankan ereksi.

Faktor yang menyebabkan kenapa banyak kasus disfungsi ereksi tidak terdeteksi adalah karena adanya beberapa persepsi yang salah dari kaum pria mengenai disfungsi ereksi itu sendiri, seperti:

1. Disfungsi ereksi terjadi karena masalah psikologis saja.
2. Dengan bertambahnya usia, maka wajar saja bila mengalami disfungsi ereksi.
3. Disfungsi ereksi adalah masalah pribadi, jadi sebaiknya jangan diceritakan ke orang luar termasuk dokter.
4. Hal-hal yang menyangkut masalah seksual masih dianggap tabu untuk dibicarakan.
5. Adanya penghalang dari segi psikologis yaitu rasa malu untuk mencari pertolongan.
6. Adanya penghalang dari segi sosial-budaya yaitu lebih mempercayai bentuk pengobatan mistis untuk menangani masalah disfungsi ereksi.

GEJALA IMPOTENSI

Gejala yang berhubungan dengan disfungsi ereksi antara lain:
1. Sulit mendapatkan ereksi
2. Sulit menjaga ereksi
3. Berkurangnya keinginan untuk melakukan hubungan seksual

PENYEBAB LAIN IMPOTENSI

Gairah seksual adalah proses yang kompleks dan melibatkan otak, hormon, emosi, syaraf, otot dan pembuluh darah. Disfungsi ereksi dapat dihasilkan dari masalah pada salah satu atau beberapa diantaranya. Sebagai contoh, stress dan masalah kesehatan mental dapat menyebabkan atau memperburuk disfungsi ereksi.

Terkadang kombinasi dari masalah fisik dan psikis menyebabkan disfungsi ereksi. Misalnya masalah fisik yang memperlambat respon seksual dapat menyebabkan kegelisahan dalam menjaga ereksi. Hasilnya dari kegelisahan ini dapat menyebabkan atau memperburuk disfungsi ereksi.

Masalah fisik yang dapat menjadi penyebab disfungsi ereksi secara umum adalah :

1. Penyakit hati
2. Penyumbatan pembuluh darah (atherosclerosis)
3. Tekanan darah tinggi
4. Diabetes
5. Obesitas
6. Sindrom metabolisme, kondisi yang melibatkan peningkatan tekanan darah, kadar insulin yang tinggi, lemak tubuh disekitar pergelangan dan kolesterol tinggi
7. Parkinson
8. Multiple sclerosis
9. Rendah testosteron
10. Peyronie’s, berkembangnya luka pada jaringan di dalam penis
11. Obat tertentu
12. Merokok
13. Penyalahgunaan alkohol atau zat lain
14. Pengobatan untuk kanker prostate atau pembesaran prostate
15. Operasi atau cedera yang berefek pada area pinggul atau tulang belakang

Masalah psikis yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi:
1. Depresi, gelisah atau kondisi kesehatan mental lain
2. Stres
3. Kelelahan
4. Masalah dalam hubungan yang memicu stres, miskin komunikasi atau masalah lain

FAKTOR RESIKO

Faktor resiko yang dapat berkontribusi pada disfungsi ereksi antara lain:
1. Kondisi medis, khususnya diabetes atau penyakit jantung
2. Penggunaan tembakau, yang dapat membatasi aliran darah ke vena dan arteri. Penggunaan tembakau dalam jangka panjang dapat menyebabkan masalah kesehatan kronis yang memicu disfungsi ereksi.
3. Kelebihan berat badan (obesitas).
4. Pengobatan medis tertentu, seperti operasi prostate atau pengobatan radiasi untuk kanker.
5. Cidera, khususnya jika terjadi kerusakan syaraf yang mengontrol ereksi.
6. Obat, antara lain antidepresan, antihistamine dan obat untuk mengobati tekanan darah tinggi, nyeri atau kanker prostate
7. Kondisi psikis, seperti stres, gelisah atau depresi.
8. Penyalahgunaan alkohol dan obat
9. Bersepeda dalam waktu lama, yang dapat menekan syaraf dan berefek pada aliran darah menuju penis – menyebabkan disfungsi ereksi sementara

Punya Keluhan penyakit? Hubungi kami untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Tlp/WA: 0811-6131-718

Subscribe Youtube: Klinik Atlantis

KLINIK ATLANTIS
Alamat: Jalan Williem Iskandar ( Pancing ) Komplek MMTC Blok A No. 17-18, Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Sumatera Utara 20223

Related Posts---

Leave A Reply---

WhatsApp Kami