Ini 16 Jenis Penyakit Kulit Disebabkan Jamur Yang Perlu Di Waspadai

Ini 16 Jenis Penyakit Kulit Disebabkan Jamur Yang Perlu Di Waspadai

jamur kulit - Ini 16 Jenis Penyakit Kulit Disebabkan Jamur Yang Perlu Di Waspadai

Penyakit Jamur Kulit bukanlah hal yang awam di kalangan masyarakat. Baik masyarakan menengah ke atas dan menengah ke bawah tentunya pernah mengalami infeksi kulit yang disebabkan oleh jamur. Pada tubuh manusia, jamur bisa tumbuh di area yang lembap, misalnya di lipatan kulit (contohnya ketiak), sela-sela jari, dan organ intim. Jamur merupakan organisme yang bisa hidup di air, tanah, udara, atau bahkan di tubuh manusia.

Untuk diketahui, sebagian besar jamur berkembangbiak dengan spora yang dapat tersebar di udara. Itu sebabnya, infeksi jamur paling sering menyerang bagian luar tubuh kita, seperti kulit dan juga kuku. Orang-orang yang aktif bergerak dan berkeringat lebih sering terkena infeksi jamur kulit, terutama apabila tidak berhati-hati dalam menjaga kebersihan diri. Berikut adalah beberapa jenis infeksi jamur kulit yang perlu di ketahui dan kita waspadai :

  1. Tinea Versikolor (Panu)

    Tinea versikolor atau Pityriasis versicolor atau yang lebih dikenal dengan nama panu adalah merupakan salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur. Penyakit panau ditandai oleh bercak yang terdapat pada kulit disertai rasa gatal pada saat berkeringat. Bercak-bercak ini bisa berwarna putih, coklat atau merah tergantung kepada warna kulit penderita. Beda halnya dengan jerawat yang terlihat menonjol di kulit, panu justru tidak menonjol dan biasanya akan terasa gatal apalagi bila terkena keringat. Jamur yang menyebabkan panu adalah Malassezia sp.

  2. Tinea Nigra Palmaris

    Tinea nigra palmaris atau yang dikenal sebagai “phaeohyphomycosis superfisial,” adalah infeksi jamur superfisial yang menyebabkan bercak tanpa rasa sakit berwarna coklat hingga hitam pada telapak tangan dan telapak kaki. Infeksi ini disebabkan oleh jamur yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai Exophiala werneckii , tetapi yang lebih baru diklasifikasikan sebagai Hortaea werneckii.

  3. Tinea Kapitis

    Tinea Kapitis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur dermatofit pada kulit kepala dan batang rambut. Gejala yang muncul dapat berupa kulit kepala bersisik dan pitak, hingga peradangan dan kebotakan yang meluas. Tinea Kapitis sangat mudah menyebar melalui perantara benda yang sudah terpapar jamur dermatofit, atau kontak langsung dengan binatang atau orang yang terinfeksi.

  4. Tinea Barbae

    Tinea barbae merupakan infeksi akibat jamur yang menyerang area tumbuhnya janggut dan kumis. Walaupun secara sepintas gejalanya mirip dengan tinea kapitis, namun sebenarnya jenis infeksinya berbeda. Tinea barbae menyerang lapisan kulit lebih dalam dan hanya dialami oleh pria dewasa. Tinea barbae merupakan jenis infeksi yang bersifat zoofilik. Artinya infeksi ini terjadi diperantarai oleh hewan dan dua penyebab nya adalah jamur T. verrucosum (diperantarai kucing) dan T. mentagrophytes var. equinum (diperantarai kuda). Spora jamur yang berkembang di hewan tersebut kemudian menyebar ke orang yang kerap berkontak dengan mereka. Penularannya sangat jarang terjadi dari orang ke orang.

  5. Tinea Korporis

    Tinea Korporis adalah penyakit kulit yang menimbulkan ruam merah di kulit berbentuk lingkaran cincin atau bulat melingkar. Penyakit kulit ini juga akrab disebut ringworms atau kurap oleh orang Indonesia. Selain di tubuh, ruam kurap juga dapat muncul di kulit kepala, pangkal paha, telapak tangan, dan telapak kaki. Kurap mudah menular dan merupakan salah satu penyakit kulit yang umum terjadi di Indonesia. Kondisi ini bukan termasuk penyakit yang serius, tapi juga dapat menimbulkan komplikasi kesehatan lainnya. Tinea Korporis muncul di kulit disebabkan karena infeksi jamur yang disebut dermatofita. Dermatofita adalah jamur yang hidup dari zat yang disebut keratin, jaringan yang ditemukan di banyak bagian tubuh seseorang, termasuk kuku, kulit, dan rambut. Dalam kurap tubuh, jamur ini menginfeksi kulit.

  6. Tinea Imbrikata

    Tinea imbrikata atau kurap bersisik adalah dermatofitosis kronis yang disebabkan oleh Trychophyton concentricum dengan gambaran morfologisyang khas, berupa papulo-skuamosa yang tersusun dalam lingkaran-lingkaran konsentris, sehingga tampak seperti atap genting. infeksi Penyakit jamur ini merupakan penyakit tropis yang ditemukan di pulau-pulau Pasifik dan Oceania, Asia Timur dan Tengah, Meksiko, Amerika Tengah dan Selatan, biasanya ditemukan di daerah rural dan menyerang populasi suku terasing.

  7. Tinea Pedis

    Tinea Pedis atau kutu air adalah penyakit yang juga dikenal dengan istilah athlete’s foot adalah sebuah infeksi jamur pada kulit, biasanya di antara jari kaki yang disebabkan oleh jamur parasit. Kutu air timbul akibat akibat jamur yang salah satunya bernama trichophyton rubum. Jamur ini sering menyerang di sela-sela kaki, tangan, kuku tangan maupun kuku jari, dan kadang juga menyerang pada wajah maupun kulit kepala. Jamur trichophyton akan semakin tersebar apabila rasa gatal yang dirasakan terus di garuk.

  8. Tinea Manus

    Tinea manus atau tinea manum adalah salah satu jenis infeksi jamur menular yang menyerang tubuh bagian tangan. Dalam istilah awam, tinea dikenal sebagai kurap, dan manum atau manus berarti tangan. Dengan perawatan yang tepat, tinea manum dapat sembuh dalam waktu sekitar satu bulan. Dari semua jenis tinea, tinea manum cukup jarang ditemukan. Lazimnya, tinea manum muncul bersamaan dengan tinea pedis, yakni saat menyentuh bagian kaki yang mengalami tinea pedis. Atau terjadi kontak langsung dengan orang yang terjangkit tinea manum atau tinea pedis. Kontak langsung dengan hewan (anjing, kucing, sapi, landak) atau tanah yang terinfeksi, serta benda yang terkontaminasi juga dapat mengakibatkan terjangkit penyakit ini.

  9. Tinea Unguium

    Tinea unguium adalah bentuk infeksi jamur yang menginvasi lempeng kuku. Penyakit ini bersifat menahun dan sangat resisten terhadap pengobatan. Penyakit ini sering dijumpai dinegara tropis karena udara yang lembab dan panas sepanjang tahun sangat cocok bagi perkembangan penyakit jamur. Kurangnya kebersihan pribadi dapat menjadi faktor yang berkontribusi besar seperti memakai kaos kaki untuk waktu yang lama.

  10. Tinea Kruris

    Tinea cruris adalah rasa gatal di selakangan akibat infeksi jamur. Infeksi jamur ini dapat terjadi pada siapa saja, namun lebih sering dialami oleh pria atau seorang atlet. Jamur mudah tumbuh pada area kulit yang lembab, hangat, dan berkeringat, seperti selangkangan. Selain selangkangan, tinea cruris dapat menyebar ke paha, bokong, hingga dubur. Tinea cruris disebabkan oleh jamur dermatofita yang tumbuh di daerah selangkangan atau lipat paha.

  11. Kandidiasis

    Kandidiasis adalah infeksi spesies Candida, dengan Candida albicans sebagai penyebab yang paling banyak ditemui. Biasanya kandiasis menyerang anggota tubuh manusia seperti mulut. Candida biasanya hidup di kulit dan membran mukosa tanpa menyebabkan infeksi. Namun pertumbuhannya yang berlebihan dapat menyebabkan berkembangnya gejala penyakit. Kandidiasis dapat menimbulkan gejala yang bervariasi tergantung pada daerah tubuh yang terinfeksi.

  12. Sporotrikosis

    Sporotrikosis adalah infeksi kronik yang disebabkan oleh Sporothrix schenckii. Tanda-tanda infeksi termasuk nodul subkutan supuratif yang berkembang secara proksimal sepanjang aliran limfatik (limfokutaneus sporotrikosis). Infeksi paru primer (sporotrikosis pulmonal) atau inokulasi langsung ke dalam tendon atau otot jarang timbul. Sporotrikosis osteoartikular muncul dari inokulasi langsung atau persemaian hematogen. Penyebaran infeksi yang muncul dengan penyebaran lesi kutan dan keterlibatan beberapa organ dalam jarang terjadi, hal ini seringnya pada pasien dengan AIDS. Namun, siapapun dapat terinfeksi penyakit ini, tapi orang yang bekerja dengan tanaman berduri, lumut sphagnum, atau bal jerami yang terkontaminasi dengan jamur ini, berada pada resiko tinggi. Karenanya, infeksi lebih sering diantara tukang kebun yang bekerja dengan mawar, lumut, jerami dan tanah.

  13. Aktinomikosis

    Aktinomikosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri spesies Actinomyces species seperti Actinomyces israelii atau gerencseriae A. Penyakit ini juga dapat disebabkan oleh Propionibacterium propionicus . Actinomycosis jarang terjadi pada manusia tetapi lebih sering pada sapi sebagai penyakit yang disebut rahang bengkak. Penyakit ini ditandai dengan pembentukan abses menyakitkan di mulut, paru-paru, atau saluran pencernaan. Risiko terjadinya penyakit lebih besar pada laki-laki antara usia 20 dan 60 tahun pada wanita.

  14. Kromomikosis

    Kromomikosis merupakan infeksi jamur kronik yang disebabkan oleh jamur berpigmen (dematiaceous) yang masuk ke dermis dari lingkungan sekitar. Kromomikosis mengenai laki-laki dewasa dengan rentang usia antara 40-50 tahun. Predileksi paling sering yaitu di ekstremitas bawah terutama kaki. Tanah, sayur-sayuran dan bahan organik lainnya merupakan habitat normal dari jamur ini.

  15. Fikomikosis Subkutis

    Fikomikosis subkutis merupakan infeksi jamur dengan memberikan gejala pembengkakan dibawah kulit yang teraba keras kenyal dengan batas tegas dan terasa sakit . Permukaan kulit sering menjadi merah karena didalam benjolan dibawah kulit terjadi peradangan abses dan kadang kadang terjadi fistulasi, mengeluarkan cairan serosanguineus. Bagian tubuh yang tersering diserang adalah kaki, tangan, leher, dan dada dan dapat meluas ke mata.

  16. Misetoma

    Misetoma adalah penyakit kronik, supuratif, dan granulomatosa yang dapat disebabkan bakteri Actinomyces dan Nocardia yang termasuk Schizomycetes dan Eumycetesatau jamur berfilamen. Gejala klinis biasanya terdiri atas pembengkakan, abses, sinus, dan fistel multiple. Di dalam sinus ditemukan butir-butir (granules) yang berpigmen yang kemudian dikeluarkan melalui eksudat. Berhubungan dengan penyebabnya, misetoma yang disebabkan Actinomycesm disebut Actinomycotic mycetoma yang disebabkan bakteri botryomycosis dan yang disebabkan jamur berfilamen dinamakan maduromycosis.

Related Posts---

Leave A Reply---

× WhatsApp
Lewat ke baris perkakas