Kanker Otak : Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati!

Kanker Otak : Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati!

kanker otak - Kanker Otak : Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati!

Definisi Kanker Otak

Kanker hingga saat ini masih menjadi penyakit yang dianggap mematikan. Sudah bukan rahasia lagi jika penyakit kanker adalah penyakit yang sangat berbahaya. Sel kanker pun bisa tumbuh di bagian tubuh mana saja termasuk di otak manusia. Kanker otak adalah pertumbuhan sel tidak normal (tumor) pada otak yang bersifat ganas. Sel kanker dapat menguasai dan mengambil ruang, darah, serta nutrisi dari sel sehat dalam tubuh.

Jenis Kanker Otak

Kanker otak dibedakan menjadi dua, yakni kanker otak primer dan kanker otak sekunder (metastasis). Kanker otak primer disebabkan oleh munculnya salah satu sel dalam otak yang tumbuh tidak wajar dan bertransformasi menjadi sel kanker. Sel yang bertransformasi ini kemudian berkembang sehingga menyebabkan tumor.

Sementara itu, kanker otak sekunder atau metastasis merupakan kanker otak yang dipicu oleh tumbuhnya sel tumor di bagian tubuh lain yang menyebar ke bagian otak. Kanker jenis inilah yang tercatat menjadi penyebab kasus kanker otak terbanyak di dunia.

Selain jenis kanker otak yang disebutkan di atas, terdapat 4 stadium tumor otak yang dapat dilihat dari perkembangan sel tumor dan perluasan penyebarannya. Pada stadium 1, jika dilihat di bawah mikroskop, sel tumor masih tampak normal dan pertumbuhannya lambat. Stadium 2 juga ditunjukkan dengan pertumbuhan sel tumor yang lambat, namun sel tumor mulai tampak tidak normal dan bila diangkat cenderung tumbuh kembali. Sedangkan pada stadium 3, sel tumor tidak lagi menyerupai sel normal dan perkembangannya aktif. Sementara pada stadium 4, sel tumor sudah sangat berbeda dengan sel normal dan tumbuh secara cepat.

Penyebab Kanker Otak

Kanker otak disebabkan oleh penyebaran sel kanker dari organ tubuh ke otak. Namun, penyebab untuk perubahan dari sel normal ke sel-sel kanker pada tumor otak baik metastasis dan primer tidak sepenuhnya dipahami. Berdasarakan data yang telah di kumpulkan oleh para ilmuwan dan ahli, menunjukkan bahwa orang dengan faktor risiko tertentu lebih mungkin untuk mengembangkan kanker otak. Orang yang bekerja atau berada lama di lingkungan seperti di kilang atau pengeboran minyak, penangan bahan bakar, bahan kimia, ahli kimia, pembalsem, atau pekerja industri karet, berisiko lebih tinggi terkena kanker otak daripada masyarakat yang bekerja di lingkungan selain tersebut. Adapun faktor-faktor yang dinilai meningkatkan risiko kanker otak, di antaranya :

  1. Usia senja
  2. Paparan radiasi
  3. Keturunan

Gejala kanker otak

Awalnya, gejala kanker otak akan sama dengan gejala penyakit-penyakit lainnya yaitu pusing atau sakit kepala, kelelahan, sering merasa bingung, kesulitan berjalan hingga kejang. Pada beberapa kasus, penderita kanker otak juga dapat mengalami kesulitan berkonsentrasi, susah mengingat, mual, muntah, dan mengalami masalah penglihatan. Jika Anda terus menerus merasakan gejala yang telah disebutkan di atas, satu-satunya cara untuk mendeteksi adanya kanker otak adalah dengan melakukan CT Scan atau pemindaian otak. Dengan CT scan atau MRI, dokter atau ahli medis dapat mengetahui apakah penyebab gejala yang dirasakan adalah adanya tumor yang menekan bagian dalam otak atau karena adanya pembengkakan akibat peradangan dari tumor.

Pencegahan dan Pengobatan

Sejauh ini belum ada bukti bahwa kanker otak adalah menular, disebabkan oleh trauma kepala, atau disebabkan oleh penggunaan ponsel. Meskipun banyak peneliti yang mengklaim bahwa aspartam (pemanis buatan) yang menyebabkan kanker otak, tapi itu bukan satu-satunya alasan. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Ikuti gaya hidup sehat, hindari makanan berpengawet, rokok, alkohol serta penggunaan ponsel berlebihan agar kita terhindar dari penyakit kanker otak. Beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk mengatasi kanker otak adalah dengan operasi, kemoterapi dan radiasi ataupun radioterapi.

Related Posts---

Leave A Reply---

× WhatsApp
Lewat ke baris perkakas