fbpx

Klamidia

Klamidia

klamidia 600x600 - Klamidia

Klamidia atau chlamydia adalah infeksi menular seksual  yang disebabkan oleh bakteri bernama Chlamydia trachomatis. Penyakit ini bisa menyerang baik pria maupun wanita melalui kontak seksual.

Klamidia dapat menginfeksi serviks (leher rahim), anus, saluran kencing, mata, dan tenggorokan. Penyakit ini termasuk yang tidak begitu sulit diobati jika langsung ditangani di masa-masa awal kemunculannya. Namun, jika dibiarkan chlamydia bisa menyebabkan masalah kesehatan serius.

Pasalnya, penyakit kelamin ini bisa menyebabkan kerusakan serius dan permanen pada sistem reproduksi wanita. Akibatnya, wanita yang terserang chlamydia berisiko sulit hamil.

Chlamydia termasuk ke dalam infeksi menular seksual yang jarang disadari. Pasalnya, penyakit ini sering kali tidak menunjukkan tanda dan gejal di awal kemunculannya.

Tanda dan gejala biasanya muncul satu hingga dua minggu setelah terpapar infeksi. Namun tanda ini pun sering kali ringan dan hilang begitu saja sehingga tak begitu dihiraukan.

Adapun berbagai tanda dan gejala yang biasanya muncul akan berbeda pada pria dan wanita, berikut selengkapnya:

Gejala klamidia pada wanita

  1. Sakit perut bawah
  2. Keputihan yang jauh lebih banyak dari biasanya dengan warna yang cenderung kuning serta berbau busuk
  3. Perdarahan yang terjadi di antara siklus haid
  4. Demam ringan
  5. Sakit saat seks
  6. Perdarahan setelah berhubungan seks
  7. Rasa terbakar saat buang air kecil
  8. Buang air kecil lebih sering
  9. Pembengkakan di vagina atau sekitar anus
  10. Iritasi di rektum

Gejala klamidia pada pria

  1. Rasa sakit dan terbakar saat buang air kecil
  2. Penis mengeluarkan cairan berupa nanah, cairan yang encer, atau putih dan kental seperti susu
  3. Testis bengkak dan nyeri saat ditekan
  4. Iritasi pada rektum.

Apa penyebab klamidia (chlamydia)?

Klamidia disebabkan oleh bakteri yang disebut Chlamydia trachomatis. Infeksi ini dapat menyebar dengan mudah melalui seks vagina, oral, dan anal.

Seorang wanita tetap bisa terkena penyakit ini meski pasangannya tidak ejakulasi saat seks. Pasalnya, tak hanya lewat air mani, bakteri juga terdapat dalam cairan praejakulasi.

Selain itu, jika sudah pernah memiliki infeksi ini, risiko untuk terkena kembali sangat mungkin. Hal ini biasanya terjadi ketika Anda melakukan seks tanpa kondom dengan orang yang terinfeksi.

Dikarenakan penyakit ini sering kali tidak menunjukkan gejala, orang yang telah terinfeksi bisa dengan mudah menularkan ke pasangannya tanpa disadari.

Jika Anda adalah seorang ibu hamil yang mengidap klamidia, Anda juga dapat menyebarkan infeksi ini ke bayi saat melahirkan. Penyakit ini nantinya bisa menyebabkan pneumonia atau infeksi mata serius pada buah hati Anda.

Oleh karena itu, jika seorang ibu memiliki klamidia selama kehamilan, diperlukan tes 3 hingga 4 minggu setelah perawatan untuk memastikan kondisinya.

Namun penting untuk diingat bahwa penyakit kelamin ini tidak dapat ditularkan melalui:

  • Dudukan toilet yang telah digunakan oleh orang yang terinfeksi
  • Berbagi sauna dengan orang yang terinfeksi
  • Berbagi kolam renang yang sama dengan orang yang terinfeksi
  • Berbagi makanan dan minuman yang sama
  • Ciuman, pelukan, dan pegangan tangan
  • Permukaan yang sebelumnya disentuh oleh orang yang terinfeksi
  • Berdiri di dekat orang yang terinfeksi dan menghirup udara setelah mereka batuk atau bersin

Anda berisiko tinggi terkena klamidia jika:

  • Aktif secara seksual sebelum berusia 25 ahun
  • Sering berganti-ganti pasangan seks
  • Tidak menggunakan kondom setiap kali berhubungan seks dengan pasangan yang berbeda
  • Memiliki riwayat penyakit kelamin
  • Untuk mengurangi risiko, sebaiknya praktikkan seks yang aman dan lakukan tes secara rutin.

Selain menyebabkan infertilitas, klamidia juga dapat menyebabkan beberapa komplikasi penyakit, seperti:

Radang panggul

Radang panggul atau pelvic inflammatory disease terjadi ketika bakteri menyebar dan meninginfeksi serviks, rahim, saluran tuba, dan ovarium. Radang panggul bisa membuat seseorang menjadi tidak subur, mengalami nyeri panggul kronis, dan hamil anggur.

Epididimitis

Epididimitis adalah kondisi saat saluran belakang testis yang membawa sperma menuju uretra meradang. Peradangan ini muncul akibat infeksi bakteri chlamydia yang akhirnya menyebabkan demam, pembengkakan, dan nyeri pada skrotum.

Prostatitis

Prostatitis atau infeksi kelenjar prostat adalah kondisi saat bakteri klamidia mulai masuk dan menyerang prostat. Hal ini mengakibatkan seseorang akan merasa nyeri saat berhubungan seks, demam, meriang, sakit saat kencing, dan nyeri punggung bawah.

Infeksi menular seksual lainnya

Orang yang sudah terkena chlamydia biasanya berisiko lebih tinggi terkena infeksi menular seks lainnya seperti gonore, sipilis, hingga HIV. Oleh karena itu, segera periksakan ke dokter jika Anda memang berisiko tinggi dan mengalami berbagai gejala tak biasa beberapa waktu belakangan.

Infertilitas

Chlamydia bisa menyebabkan jaringan parut dan sumbatan pada tuba falopi. Kondisi ini membuat seorang wanita bisa mengalami kesulitan untuk memiliki anak. Oleh katena itu, pengobatan dini sangat diperlukan untuk mencegah hal ini terjadi.

Arthritis reaktif

Arthritis reaktif adalah kondisi saat sendi terasa nyeri dan bengkak akibat infeksi di bagian lain pada tubuh. Penyakit yang dikenal dengan istilah sindrom Reiter ini juga menyerang mata dan uretra, yaitu tabung yang membawa urine dari kandung kemih ke luar tubuh Anda.

Punya Keluhan penyakit? Hubungi kami untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Tlp/WA: 0811-6131-718

Subscribe Youtube: Klinik Atlantis

KLINIK ATLANTIS
Alamat: Jalan Williem Iskandar ( Pancing ) Komplek MMTC Blok A No. 17-18, Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Sumatera Utara 20223

Related Posts---

Leave A Reply---

WhatsApp Kami