fbpx

Malaria

Malaria

Malaria - Malaria

Malaria merupakan salah satu penyakit tropikal yang tidak boleh dianggap enteng. Biasanya kondisi orang yang terkena malaria adalah badan demam, menggigil dan cenderung mengeluarkan keringat banyak. Juga disertai dengan gejala-gejala lainnya.
Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk ini dapat menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani secara tepat.

Data WHO menyebutkan di tahun 2015 penyebaran malaria meliputi 91 negara. Wilayah epidemi itu memiliki tingkat penularan tinggi. Di Indonesia menurut catatan tahun 2001 terdapat 15 juta kasus, 38 ribu berakibat pada kematian. Wilayah epidemisnya meliputi Kalimantan, Sulawesi Tengah sampai Utara, Maluku, Irian Jaya, Lombok, hingga Nusa Tenggara Timur.

Kenalilah penyebab, gejala dan cara penanganan malaria.

Penyebab
Penyebab utama malaria adalah Plasmodium. Parasit ini menular melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi. Setelah ditularkan melalui gigitan nyamuk, Plasmodium akan masuk ke dalam aliran darah dan terbawa hingga ke sel hati untuk berkembang biak di dalamnya.

Setelah berkembang cukup banyak, Plasmodium akan pecah. Kemudian masuk ke dalam pembuluh darah lalu menyerang sel darah merah sebagai tempat berkembangbiaknya.

Proses tersebut akan terulang pada sel darah merah yang ditempati. Akibatnya, lama-kelamaan Plasmodium akan menyebar ke seluruh tubuh. Hanya dalam waktu 36-72 jam, Plasmodium akan berkembang biak dengan pesat dan memicu pecahnya sel darah merah.

Kondisi inilah yang memicu demam pada pasien. Semakin banyak sel darah merah yang terinfeksi, semakin tinggi pula demam yang diderita.

Penularan Penyakit Malaria
Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh salah satu parasit protozoa, yaitu Plasmodium, yang biasanya berkembang di dalam tubuh nyamuk Anopheles. Sebenarnya ada beberapa jenis parasit Plasmodium, namun hanya ada 5 jenis yang bisa menyebabkan malaria, dan 2 di antaranya umum ditemui di Indonesia, yaitu Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax. Parasit Plasmodium hanya bisa disebarkan oleh nyamuk Anopheles betina.

Penularan penyakit malaria umumnya melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang telah terinfeksi virus malaria. Selain itu, gigitan nyamuk ini lebih sering terjadi di malam hari.

Beberapa kasus menemukan bahwa malaria juga dapat ditularkan melalui pertukaran darah, hubungan seksual, dan jarum suntik yang dipakai secara bergantian. Meski jarang terjadi, Kamu tetap harus berhati-hati dan waspada akan masalah ini, ya.

Plasmodium penyebab penyakit ini utamanya dibagi menjadi 5 spesies, yaitu:

P. falciparum
Parasit yang umumnya ditemukan di Afrika. Spesies ini merupakan jenis yang paling berbahaya, karena bertanggungjawab atas sebagian besar kematian terkait malaria di seluruh dunia.

P. vivax dan ovale
Parasit malaria yang mendominasi negara luar sub-Sahara Afrika. Keduanya merupakan spesies yang menyebabkan malaria kronis. Alasannya tidak lain karena ‘telur’ Plasmodium dapat tidur di dalam sel-sel hati selama bertahun-tahun dan dapat menetas kapan saja.

P. malariae
Spesies ini memicu malaria ringan. Gejala yang timbul umumnya dapat sembuh dengan sendirinya tanpa perlu diobati.

P. knowlesi
Spesies endemis yang hanya terdapat di Asia Tenggara, terutama di Kalimantan. Parasit ini dapat menular dari kera yang terinfeksi ke manusia melalui gigitan nyamuk.

Diagnosis & Pemeriksaan
Untuk mendiagnosis penyakit malaria biasanya dokter membutuhkan wawancara dengan pasien. Ini adalah untuk mengetahui gejala yang dirasakan oleh pasien. Kemudian riwayat berpergian atau pernah bermukim di daerah endemis. Termasuk pula tentang riwayat sakit dan konsumsi obat malaria.

Secara fisik dokter akan melihat kondisi tubuh, pernapasan dan warna air seni.

Tak kurang pula dokter perlu melakukan pemeriksaan penunjang, yaitu:

  • Pemeriksaan darah tebal dan tipis dengan mikroskop untuk menentukan keberadaan, jenis spesies, tingkat stadium, dan kepadatan Plasmodium.
  • Diagnosis cepat (RDT-Rapid Diagnostic Test) untuk mendeteksi HRP-Z (Histidine Rich Protein-Z) dan p-LDH (Parasite Lactate Dehydrogenase).
  • Untuk malaria berat maka pasien harus melakukan serangkaian pemeriksaan lainnya. Seperti cek darah lengkap, kimia darah, EKG, foto toraks, analisis cairan serebrospinais, biakan darah dan uji serologi serta urinalisis.

Waspada dan Lakukan Pencegahan Malaria Sebelum Terlambat!

Setiap tanggal 25 April, hampir seluruh warga dunia memperingati hari Malaria Sedunia. Penyakit yang ditularkan melalui nyamuk Anopheles ini pernah menjadi penyakit yang paling mematikan. WHO pun telah mendata, terdapat lebih dari 4,2 miliar orang yang rentan terserang malaria. Untuk itu, berbagai upaya pun dicanangkan untuk mengingatkan seluruh masyarakat di dunia agar lebih waspada terhadap penyakit malaria.

Tahun 2015, tercatat sebanyak 214 juta orang terinfeksi malaria dan 438 ribu di antaranya meninggal dunia. Bahkan, angka ini jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan penderita penyakit ebola yang sedang mewabah di Afrika pada tahun yang sama.

Penularan Penyakit Malaria

Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh salah satu parasit protozoa, yaitu Plasmodium, yang biasanya berkembang di dalam tubuh nyamuk Anopheles. Sebenarnya ada beberapa jenis parasit Plasmodium, namun hanya ada 5 jenis yang bisa menyebabkan malaria, dan 2 di antaranya umum ditemui di Indonesia, yaitu Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax. Parasit Plasmodium hanya bisa disebarkan oleh nyamuk Anopheles betina.

Penularan penyakit malaria umumnya melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang telah terinfeksi virus malaria. Selain itu, gigitan nyamuk ini lebih sering terjadi di malam hari.

Beberapa kasus menemukan bahwa malaria juga dapat ditularkan melalui pertukaran darah, hubungan seksual, dan jarum suntik yang dipakai secara bergantian. Meski jarang terjadi, Kamu tetap harus berhati-hati dan waspada akan masalah ini, ya.

Gejala Penyakit Malaria

Setelah seseorang tertular penyakit malaria, biasanya akan timbul beberapa gejala tertentu. Secara medis, terdapat 2 tahap gejala yang muncul, yaitu tahap awal dan tahap parah. Pada tahap awal, gejala yang muncul berupa:

  • Suhu tubuh yang naik-turun dalam waktu yang singkat.
  • Pada anak, akan disertai dengan kejang.
  • Mual dan muntah.
  • Pusing.
  • Berkeringat.
  • Diare.
  • Nyeri otot.

Sedangkan pada gejala malaria yang sudah parah, biasanya seseorang akan mengalami:

  • Kejang yang lebih sering.
  • Pembuluh darah pecah.
  • Pembekuan darah.

Jika gejala tersebut tidak segera diatasi, maka bisa menyebabkan kemungkinan terburuk, yaitu kematian.

Pencegahan Penyakit Malaria

Pada dasarnya, pencegahan penyakit malaria bisa dilakukan sama seperti pencegahan pada penyakit demam berdarah. Hal ini karena Kamu sama-sama mencegah berkembangbiaknya nyamuk penyebab kedua penyakit tersebut.

Berikut merupakan cara yang cukup efektif untuk mencegah penyakit malaria:

  • Menutup tempat penampungan air yang memungkinkan nyamuk untuk berkembang biak
  • Mengubur barang bekas
  • Membersihkan dan menghindari genangan air di sekitar lingkungan
  • Menggunakan losion anti-nyamuk yang mengandung DEET atau atau diethyltoluamide
  • Menggunakan kelambu atau repellen (obat anti nyamuk)
  • Menggunakan celana dan baju berlengan panjang saat berkunjung ke daerah endemis
  • Menghindari aktivitas di luar rumah pada malam hari
  • Mengonsumsi antibiotik Doksisiklin 2 hari sebelum pergi dan 4 minggu setelah pulang dari daerah endemis.

Selain beberapa cara di atas, Kamu juga sebaiknya sudah menerima vaksin malaria. Vaksin ini memang tidak bisa mencegah masuknya parasit penyebab malaria, namun sangat efektif mematikan perkembangan parasit plasmodium di dalam darah.

Meskipun angka penularan penyakit ini semakin menurun di Indonesia, Kamu tetap harus berhati-hati dan waspada akan penyebaran penyakit malaria. Selalu jaga kondisi tubuh Kamu dan ciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Punya Keluhan Penyakit? Hubungi kami untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Tlp/WA: 0811-6131-718

Subscribe Youtube: Klinik Atlantis

KLINIK ATLANTIS
Alamat: Jalan Williem Iskandar ( Pancing ) Komplek MMTC Blok A No. 17-18, Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Sumatera Utara 20223

Related Posts---

Leave A Reply---

WhatsApp Kami