Mengenali Gejala ADHD

Mengenali Gejala ADHD

ADHD

Attention Deficit Hyperactivity Disorder

Mungkin cukup asing ditelinga kita. Biasanya banyak orang yang menyamakan dengan hiperaktif. Bukan berati kita bisa menyamakan antara anak hiperaktif dengan anak autisme. Jelas berbeda. ADHD lebih memengaruhi bagaimana cara otak tumbuh dan berkembang. Sedangkan, autisme adalah rangkaian gangguan perkembangan yang memengaruhi kemampuan bahasa, perilaku, interaksi sosial, dan kemampuan belajar.

Sangat penting untuk dapat mengenali gejala ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) dan mengerti apa itu ADHD. Akan tetapi, jangan terburu-buru mendiagnosa seseorang dengan ADHD tanpa terlebih dahulu berkonsultasi dengan ahli dan mendapatkan opini lain (second opinion) dari beberapa ahli.

Apa itu ADHD?

Awalnya, ADHD merupakan sebuah kelainan yang disebut Attention Deficit Disorder (ADD), namun pada tahun 1994 ADD diubah menjadi Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) oleh American Psychiatric Association (APA). ADHD atau yang dalam Bahasa Indonesia dikenal sebagai Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH), merupakan suatu gangguan dimana seseorang kehilangan kemampuan dalam hal mengontrol saraf motoriknya. Ditahun 2013, tercatat kurang lebih 39 juta penderita ADHD di dunia (berdasarkan WHO). Data ini tentu saja masih terlalu kecil mengingat banyaknya kasus yang belum terdeteksi dan dilaporkan.

ADHD dikelompokkan ke dalam masalah (kesulitan) belajar pada anak sebab anak cenderung kehilangan fokus ketika harus melakukan suatu aktivitas yang cenderung monoton. Anak dengan ADHD dapat dilihat dan dideteksi sejak dini dari tingkah lakunya yang berlebihan dan cenderung tidak mau diam. Anak dengan ADHD juga sering kali dianggap sebagai pengganggu dan pembuat masalah, hal ini dikarenakan sifatnya yang mudah bosan dalam melakukan suatu hal sehingga sering kali untuk melampiaskan kebosanan tersebut dengan mengganggu orang-orang disekitarnya.

ADHD bukanlah sebuah penyakit maupun kerusakan pada otak. Melainkan sebuah kelainan genetik yang terjadi secara alamiah serta proses interaksi dengan lingkungan yang salah. ADHD bisa menyerang siapa saja tanpa mengenal batasan umur, namun para penderita ADHD cenderung sudah menunjukkan gejala tersebut sejak masih berusia kanak-kanak.

Mengenali Gejala ADHD

ADHD terbagi menjadi tiga kategori, yaitu:
1. Tidak bisa fokus (inattention)
2. Hiperaktif (hiperactivity)
3. Meledak-ledak (impulsive)

Tidak bisa fokus (Innatention)

Merupakan masalah dimana seorang penderita ADHD kehilangan kemampuannya untuk berkonsentrasi pada suatu hal. Beberapa gejala yang mungkin muncul diantaranya adalah:

  • Mudah sekali kehilangan konsentrasi dan fokus.
  • Perhatiannya mudah teralihkan oleh hal-hal yang sepele.
  • Tidak berkonsentrasi ketika diajak berbicara, bahkan terkadang nampak tidak mendengarkan orang lain yang berbicara kepadanya.
  • Pelupa, bahkan untuk kegiatan yang dilakukan sehari-hari.
  • Susah untuk tetap pada satu topik pembicaraan ketika sedang berkomunikasi dengan orang lain.
  • Melakukan kesalahan-kesalahan yang disebabkan kurangnya perhatian pada instruksi yang diberikan.
  • Kurang berhati-hati dalam melakukan suatu hal.

Hiperaktif (hiperactivity)

Penderita ADHD tipe ini merupakan anak-anak yang tidak bisa diam dan cenderung bergerak terus menerus. Ada beberapa gejala umum ADHD tipe hiperaktif, diantaranya:

  • Tidak bisa tenang ketika disuruh melakukan suatu aktivitas, seperti duduk atau berdiri dengan rapi.
  • Suka berlari, melompat, memanjat, serta melakukan aktivitas tubuh secara terus menerus dari waktu ke waktu.
  • Tidak dapat bermain dan melakukan hobi mereka dengan baik sebab terus menerus bosan dengan aktivitas yang monoton.
  • Banyak bicara.

Meledak-ledak (Impulsif)

Penderita ADHD tipe impulsif merupakan anak-anak yang kehilangan kontrol atas apa yang dilakukan. Mereka cenderung melakukan sesuatu tanpa berfikir terlebih dahulu. Spontanitas yang tinggi cenderung mengakibatkan penderita ADHD jenis ini kehilangan kesabaran ketika diminta menunggu. Ada beberapa gejala khusus terkait anak dengan ADHD tipe impulsif, diantaranya adalah:

  • Tidak sabar.
  • Tidak bisa menunggu giliran, baik ketika diminta berbicara, maupun melakukan sesuatu.
  • Menjawab pertanyaan secara spontan, sebelum pertanyaan tersebut selesai ditanyakan.
  • Seringkali menyanggah dan serta-merta ikut dalam pembicaraan orang lain, sehingga terkadang hal ini mengganggu hubungan sosial.
  • Berbicara pada waktu yang tidak tepat.

ADHD sering dikait-kaitkan dengan kesulitan belajar yang lain seperti disleksia, diskalkulia, disgrafia, dan lain-lain. Hal ini dikarenakan buruknya kemampuan penderita ADHD didalam memfokuskan konsentrasi sehingga sering kali hal ini berpengaruh pada kemampuan belajarnya yang lain. Para penderita ADHD akan cenderung memiliki tulisan tangan yang buruk karena selalu terburu-buru, kesulitan dalam membaca (gagal berkonsentrasi), serta kesulitan dalam berhitung (karena tidak fokus).

Punya Keluhan Penyakit? Hubungi kami untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Telp/WA: 0811-6131-718

Subscribe Youtube: Klinik Atlantis
Follow Instagram: Klinik Atlantis
Follow Facebook: Klinik Atlantis Medan

KLINIK ATLANTIS
Alamat: Jalan Williem Iskandar ( Pancing ) Komplek MMTC Blok A No. 17-18, Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Sumatera Utara 20223

Leave A Reply---