Penjelasan, Penyebab, Gejala dan Penanganan serta Pencegahan Balanitis

Penjelasan, Penyebab, Gejala dan Penanganan serta Pencegahan Balanitis

balanitis - Penjelasan, Penyebab, Gejala dan Penanganan serta Pencegahan Balanitis

Apa itu Balanitis?

Balanitis adalah infeksi atau pembengkakan dan rasa nyeri juga iritasi kulit yang terjadi di kepala penis. Biasanya, kondisi ini lebih cenderung menyerang pria yang tidak atau belum disunat. Balanitis dapat terjadi pada siapa saja dan pada usia berapapun.

Penyebab

Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya balanitis antara lain adalah infeksi jamur, infeksi bakteri, penyakit menular, iritasi kulit, dan kelainan kulit lainnya. Namun seperti penjelasan diatas, sebagian besar kasus yang terjadi biasa nya di akibatkan kebersihan yang buruk pada pria yang tidak disunat.

Hal itu dikarenakan jika seseorang yang belum dikhitan tidak menjaga kebersihan alat kelaminnya, kemudian ditambah faktor ketatnya kulup (preputium), dapat menimbulkan iritasi akibat cairan pada alat kelamin (smegma). Smegma merupakan cairan kotor yang terbentuk di bawah kulup pada ujung alat kelamin yang tidak dikhitan. Faktor ini merupakan penyebab utama terjadinya balanitis.

Gejala dan Tanda

Gejala atau tanda yang umum muncul pada penis yang terkena balanitis antara lain:

  • Kemerahan dan bengkak di ujung penis atau kulit penis
  • Nyeri dan kesulitan saat buang air kecil
  • Keluarnya kotoran yang berbau busuk
  • Dan terdapat bintil merah pada kulit kepala penis
  • Rasa tidak nyaman saat buang air kecil.
  • Sulit untuk menarik preputium (fimosis).
  • Terasa keras, kering, atau kaku.

Penanganan dan Pencegahan

Pengobatan yang dilakukan tergantung pada usia, penyebab, dan apakah seseorang aktif secara seksual dan apakah telah disunat. Pengobatan dapat dilakukan dengan menarik ke belakang kulit ujung penis dan merendam daerah yang sakit ke dalam air hangat. Adapun beberapa hal lain yang dapat dilakukan untuk mengobati balanitis adalah sebagai berikut :

  • Antibiotik untuk pengobatan balanitis yang diakibatkan oleh infeksi bakteri. Beberapa jenis antibiotik yang dapat digunakan adalah penisilin, fluksoksasilin, dan eritromisin. Untuk infeksi batkeri anaerobik dapat digunakan metronidazol, koamiksoklaf, dan klindamisin.
  • Krim dan tablet anti jamur untuk pengobatan balanitis yang disebabkan oleh infeksi Candida. Contoh obat yang dapat digunakan adalah nistatin, klotriazol, fluconazol, mikonazol, dan imadiazol.
  • Krim steroid ringan untuk mengobati balanitis yang diakibatkan oleh inflamasi atau alergi. Terkadang krim steroid digunakan sebagai tambahan pengobatan balanitis yang diakibatkan oleh infeksi untuk mengurangi peradangan. Akan tetapi perlu diingat bahwa
  • Khitan. Jika balanitis sering terjadi berulang dan penderita memiliki kondisi fimosis, pengobatan terbaik adalah dengan dikhitan.

Adapun pencegahan yang dapat dilakukan dirumah adalah sebagai berikut :

  1. Membersihkan penis secara teratur dengan mendorong ke belakang kantung kelamin dan membersihkan ujung penis Anda.
  2. Hindari penggunaan sabun pada alat kelamin ketika terjadi inflamasi.
  3. Selalu gunakan kondom saat berhubungan seks.
  4. Menggunakan air hangat untuk membersihkan alat kelamin, lalu dikeringkan secara perlahan.
  5. Gunakan sabun yang kandungan bahannya aman dan lebih ringan untuk melihat apakah dapat membantu meringankan gejala.

Related Posts---

Leave A Reply---

× WhatsApp
Lewat ke baris perkakas