Penyakit Angin Duduk (Angina Pektoris) – Klinik Atlantis Medan

Penyakit Angin Duduk (Angina Pektoris)

Penyakit Angin Duduk (Angina Pektoris)

Angin Duduk termasuk penyakit yang cukup umum terjadi pada masyarakat, tak sedikit orang yang menganggap angin duduk serupa dengan masuk angin yang bisa dirasakan semua orang. Ini merupakan anggapan yang salah. Angin duduk atau istilah medisnya angina pektoris, berhubungan dengan jantung. Sebetulnya penyakit apa itu?

Angina pektoris adalah rasa nyeri di dada yang diakibatkan oleh sel otot jantung yang kurang mendapatkan aliran darah yang membawa oksigen. Aliran darah ke sel otot jantung ini dapat terganggu akibat adanya penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah koroner yang mengalirkan darah ke sel otot otot jantung tersebut.

Gejala angina pektoris

Gejala yang biasanya terjadi saat seseorang mengalami angina pektoris adalah nyeri dada. Kondisi nyeri ini bisa menjalar ke lengan kiri, leher, rahang dan punggung.

Nyeri dada ini bisa bersifat khas bisa juga tidak. Nyeri dada yang khas berupa nyeri yang tidak dapat ditunjuk dengan satu jari dan tidak nyaman.

Selain itu, nyeri dada juga berlangsung lama, yaitu biasanya lebih dari 20 menit. Gejala juga bisa disertai dengan sesak napas, kelelahan, mual, pusing, gelisah, keringat berlebihan, bahkan hingga pingsan.

Faktor resiko angina pektoris

Berbagai resiko yang dapat menyebabkan seseorang bisa terkena angina pektoris meliputi:

  • Hiperlipidemia (kolesterol tinggi)
  • Diabetes
  • Tekanan darah tinggi
  • Stres berlebih
  • Kegemukan atau obesitas
  • Riwayat penyakit jantung di keluarga
  • Usia di atas 45 tahun bagi pria dan di atas 55 tahun bagi wanita (saat menopause)
  • Memiliki keluarga yang pernah mengalami angina duduk
  • Merokok
  • Banyak mengonsumsi minuman beralkohol

Selain diakibatkan oleh jantung koroner, angin duduk ini juga bisa terjadi jika penderita mengalami penegangan pada otot pembuluh darah, sehingga pembuluh darah koroner mengalami penyempitan sesaat.

Gejala Angin Duduk

Gejala yang terjadi dari penyakit angin duduk adalah penderita biasanya mengalami rasa sakit yang tidak nyaman pada bagian dada.

Bagian dada akan terasa berat, sesak dan bahkan terasa berat yang terkadang menjalar pada bagian tubuh yang lain seperti pada punggung ataupun leher.

Beberapa orang yang pernah mengalami juga biasanya mengaku mengalami rasa sakit seolah sedang dicengkeram, tertusuk ataupun berasa panas.

Hal yang sedikit mengkhawatirkan ialah gejala ini tidak mengenal waktu, sebab bisa saja terjadi sewaktu-waktu, baik saat beraktivitas maupun saat sedang beristirahat.

Selain yang sudah disebutkan diatas, penderita angina duduk juga bisa merasakan gejala yang seperti:

  • Tubuh terasa sangat kelelahan
  • Kepala terasa begitu pusing
  • Tubuh mulai berkeringat hebat
  • Sesak napas
  • Mual

Selain itu gejala angina duduk juga bisa berbeda-beda, sesuai dengan jenis angin duduk yang dialami.

Tiga jenis angina pektoris

Untuk lebih mewaspadai nyeri dada akibat angina pektoris ini, Anda perlu mengenali lebih jauh jenis-jenisnya.

1. Angina pektoris stabil
Pemicu terjadinya angina pektoris stabil adalah stres yang berlebihan, aktivitas fisik yang intens (misalnya olahraga), makan terlalu banyak, udara dingin, ataupun kebiasaan merokok.

Pada kondisi ini diperlukan pasokan aliran darah yang membawa aliran darah yang membawa oksigen ke sel otot jantung yang lebih banyak. Akan tetapi, karena pembuluh darah koroner mengalami penyempitan atau adanya sumbatan, maka kebutuhan tersebut tidak tercukupi.

2. Angina pektoris tidak stabil
Pada angina pektoris tidak stabil, pemicunya adalah timbunan lemak ataupun bekuan darah yang menghalangi aliran darah menuju ke jantung. Nyeri dada yang terjadi akibat angina pektoris jenis ini akan tetap ada meskipun penderita sudah beristirahat dan minum obat.

3. Angina Prinzmetal
Jenis ketiga adalah angina Prinzmetal, yaitu pembuluh koroner jantung mengalami penyempitan sementara akibat spasme atau kekakuan dari pembuluh darahnya. Nyeri dada dapat terjadi kapan saja, bahkan saat penderita sedang beristirahat.

Cara pengobatan

Untuk mengobati penyakit angina duduk, penderita biasanya akan diberi resep obat ataupun prosedur tindakan seperti dibawah ini:

  • Obat-obatan nitrat, untuk melemaskan pembuluh darah sehingga darah yang mengalir menuju jantung kembali normal
  • Obat pencegah pembekuan darah, agar kepingan darah bisa berpisah
  • Obat penghambat beta, agar tekanan darah berkurang dan ritme jantung segera menurun
  • Obat penghambat saluran kalsium, berfungsi untuk meredakan dan mencegah gejala angina duduk serta melancarkan aliran darah dalam jantung
  • Penurun kadar kolesterol, untuk mencegah terjadinya kerusakan pada pembuluh darah
  • ACE Inhibitor, menghambat aktivitas hormon yang mempersempit pembuluh darah
  • Operasi Bypass, untuk mengalirkan rute aliran darah sehingga tidak melewati pembuluh yang rusak ataupun tersumbat
  • Operasi Angioplasti, yakni berupa pemasangan stent pada pembuluh darah jantung.

Pengobatan ini bertujuan untuk meredakan gejala yang terjadi dan juga agar penderita tidak mengalami penyakit jantung yang lebih parah lagi.

Punya Keluhan Penyakit? Hubungi kami untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Telp/WA: 0811-6131-718

Subscribe Youtube: Klinik Atlantis
Follow Instagram: Klinik Atlantis
Follow Facebook: Klinik Atlantis Medan

KLINIK ATLANTIS
Alamat: Jalan Williem Iskandar ( Pancing ) Komplek MMTC Blok A No. 17-18, Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Sumatera Utara 20223

Tinggalkan Balasan