Peyronie

Peyronie

peyronie - Peyronie

Apa itu Peyronie?

Peyronie adalah salah satu problem seksual bagi pria yang mana kondisi penis nya menekuk (bengkok) umumnya ke atas atau kesamping. Kondisi ini dikarenakan pembentukan plak fibrosa atau jaringan parut di sepanjang batang penis dan akan terlihat jelas saat penis tengah ereksi. Pelengkungan atau kelainan bentuk penis dapat menyebabkan sakit atau bahkan ketidakmampuan berhubungan intim.

Penyakit Peyronie bisa dialami oleh semua pria dari berbagai usia. Namun demikian, sebagian besar penderitanya adalah pria usia paruh baya. Belum diketahui secara pasti penyebab terbentuknya jaringan parut di batang penis. Namun, diduga hal tersebut berawal dari perdarahan akibat trauma atau cedera.

Tanda dan Gejala

Tanda dan gejala penyakit Peyronie mungkin muncul secara tiba-tiba atau berkembang secara perlahan. Tanda dan gejala paling umum termasuk:

  • Kalus: jaringan parut (plak) dapat dirasakan di bawah kulit penis sebagai benjolan rata atau jaringan garis yang keras
  • Penis sangat bengkok: penis dapat membengkok ke atas, bawah atau samping
  • Masalah ereksi: penyakit Peyronie mampu menyebabkan disfungsi ereksi
  • Penis lebih pendek: Penis Anda mungkin memendek karena penyakit Peyronie
  • Sakit: Anda mungkin mengalami sakit pada penis Anda saat ereksi

Penanganan

Obat-obatan

Meski tidak seefektif bedah, ada beberapa jenis obat yang bisa digunakan untuk mengobati penyakit Peyronie. Untuk obat minum, dokter akan meresepkan pentoxifylline selama beberapa bulan, untuk mengurangi jaringan parut di penis pasien.

Sedangkan untuk obat suntik, beberapa obat yang dapat digunakan adalah interferon atau verapamil. Obat-obat tersebut mengurangi jaringan parut di penis dan menghancurkan timbunan kolagen yang menyebabkan penis bengkok.

Bedah

Prosedur ini akan dijalankan pada kondisi penyakit Peyronie yang parah, misalnya sampai membuat pasien tidak bisa berhubungan intim. Bedah belum dianjurkan bila kondisi tersebut belum berlangsung 1 tahun dan kelengkungan penis masih terus berubah dalam waktu 6 bulan.

Dokter dapat memilih di antara beberapa metode bedah yang ada, tergantung pada kondisi pasien, lokasi jaringan parut di penis, dan tingkat keparahan gejala. Sejumlah prosedur bedah untuk penyakit Peyronie adalah:

  1. Plikasi. Prosedur ini menjahit sisi penis yang tidak terdapat jaringan parut. Meski dapat meluruskan penis, namun juga dapat membuat penis lebih pendek dan berisiko menyebabkan disfungsi ereksi.
  2. Insisi dan cangkok. Prosedur ini dilakukan dengan membuat satu atau beberapa sayatan pada jaringan parut, agar penis dapat meregang. Pada sebagian kasus, dokter juga dapat membuang sebagian jaringan parut, kemudian mencangkok bagian yang berlubang dengan jaringan tubuh pasien, jaringan tubuh hewan, atau juga dengan jaringan sintetis. Prosedur ini umumnya hanya dilakukan pada pasien dengan lekukan penis yang lebih parah. Perlu diketahui, prosedur ini dapat mengakibatkan gangguan ereksi yang lebih buruk.
  3. Implan penis. Dokter akan menanamkan implan untuk mengganti jaringan pada penis yang terisi darah saat ereksi. Prosedur ini umumnya dilakukan pada pasien penyakit Peyronie yang juga mengalami disfungsi ereksi. Bila diperlukan, dokter akan menggabungkan implan penis dengan prosedur lain untuk memperbaiki kelengkungan penis.

Untuk diperhatikan, selain dapat menimbulkan stres pada diri penderita dan pasangannya, penyakit Peyronie juga bisa mengakibatkan penderitanya menjadi impotensi, sehingga dapat berujung pada ketidakmampuan untuk melakukan hubungan intim dan memiliki anak.

Related Posts---

Leave A Reply---

× WhatsApp
Lewat ke baris perkakas