fbpx

Raja Singa

Raja Singa

raja singa 600x600 - Raja Singa

Apa itu Raja Singa ???

Raja singa atau sifilis adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penularan penyakit ini umumnya melalui hubungan seksual baik dari anal, oral, rektum maupun vaginal. Tak jarang, penyakit ini pun dapat menular melalui ciuman yang intens dan berbagi jarum suntik yang telah tercemar darah orang yang terinfeksi.

Meski begitu, raja singa atau sifilis tidak dapat menular melalui peralatan makan, tukar-menukar pakaian, knop pintu dan penggunaan toilet atau kolam renang bersamaan, karena bakteri penyebab raja singa tidak dapat hidup lama di luar tubuh manusia. Banyak dari penderita raja singa yang tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi, mengingat pada tahap awal, gejala penyakit ini terkadang tidak menimbulkan rasa sakit dan dapat hilang dengan sendirinya.

Menurut badan kesehatan dunia WHO, pada tahun 2009 tercatat ada 36,4 juta orang dewasa yang terinfeksi penyakit raja singa dengan 10,6 juta infeksi baru setiap tahunnya di seluruh dunia. Sementara itu, berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, tercatat adanya peningkatan angka kejadian raja singa di Indonesia kurun waktu 2007 hingga 2011. Prevalensi terbesar di derita oleh waria dengan angka sebesar 25%, disusul dengan pekerja seks langsung sebesar 10%, hubungan pria sesama pria 10% dan sisanya sebesar 6% diderita oleh narapidana dan pekerja seks tidak langsung.

Gejala penyakit raja singa terbagi dalam empat tahap, yakni tahap primer, sekunder, laten dan tersier. Tahap primer dan sekunder merupakan dua tahap dimana penyakit raja singa ini dapat dengan cepat menular. Sedangkan tahap laten merupakan tahapan dimana bakteri tetap ada, namun acap kali tidak menimbulkan gejala apapun. Dan terakhir tahap tersier, pada tahap inilah penyakit raja singa menjadi amat sangat ganas karena dapat menimbulkan kerusakan pada berbagai organ tubuh seperti mata, tulang, jantung, otak dan banyak organ lainnya.

Apa penyebab raja singa?
Penyakit raja singa disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum yang masuk ke dalam kulit melalui mikrolesi atau selaput lendir. Bakteri ini kemudian menyebar secara limfogen dan hematogen ke semua jaringan tubuh dan berkembang biak membentuk infiltrat yang terdiri dari sel limfosit dan sel plasma.

Apa saja ciri-ciri dan gejala raja singa?
Gejala penyakit raja singa terbagi dalam empat tahap, yakni tahap primer, sekunder, laten dan tersier. Tahap primer dan sekunder merupakan dua tahap dimana penyakit raja singa ini dapat dengan cepat menular. Sedangkan tahap laten merupakan tahapan dimana bakteri tetap ada, namun acap kali tidak menimbulkan gejala apapun. Dan terakhir tahap tersier, pada tahap inilah penyakit raja singa menjadi amat sangat ganas karena dapat menimbulkan kerusakan pada berbagai organ tubuh seperti mata, tulang, jantung, otak dan banyak organ lainnya.

Berikut gejala penyakit raja singa selengkapnya:

A. Tahap Primer
Pada tahap awal ini biasanya akan muncul luka terbuka yang disebut dengan chancre (syphilitic ulcer) pada bagian tubuh dimana bakteri pertama kali masuk, seperti di mulut, kemaluan atau rektum. ulkus durum atau chancre (syphilitic ulcer) pada raja singa, tersering terjadi di kemaluan Luka ini timbul sekitar 3-4 minggu sejak pertama kali terinfeksi bakteri penyebab, misalnya melalui hubungan seksual dengan penderita. Umumnya luka yang disebut juga sebagai ulkus durum ini tidak menimbulkan rasa sakit dan dapat sembuh dengan sendirinya dalam 2-6 minggu.

Berikut karakteristik lengkap atau ciri khas ulkus durum pada sifilis:

1. Umumnya soliter, tidak nyeri (indolen), bagian tepi lesi meninggi dan keras (indurasi), dasar bersih, tanpa eksudat, ukuran bervariasi dari beberapa mm sampai 1-2 cm.

2. Terdapat pembesaran kelenjar getah bening di lipat paha (limfadenopati inguinal medial) baik salah satu (unilateral) ataupun keduanya (bilateral)

3. Tidak terdapat gejala konstitusi seperti demam dan lainnya.

4. Jika tidak diobati, ulkus akan menetap selama 2-6 minggu, lalu sembuh dengan sendirinya.

5. Pada ulkus durum dapat ditemukan gerakan bakteri penyebab, T. pallidum.

6. Tes serologis untuk sifilis didapatkan hasil non reaktif, namun jika sudah lebih dari 4 minggu umumnya hasil tes menjadi reaktif.

Selain itu, gejala raja singa pada tahap ini juga dapat ditandai dengan pembesaran kelenjar getah bening di ketiak, leher atau pangkal paha. Bila tidak ditangani dengan segera, maka penyakit raja singa ini akan berlanjut ke tahap selanjutnya.

B. Tahap Sekunder

Gejala pada tahap sekunder ini akan muncul dalam beberapa minggu selepas luka pada infeksi primer menghilang. Pada tahap ini, penderitanya akan mengalami ruam kemerahan pada beberapa bagian tubuh, khususnya pada telapak tangan dan kaki. Ruam kulit ini umumnya terjadi secara simetris, alias mempengaruhi kanan kiri tubuh dengan gambaran yang nyaris sama. contoh tanda raja singa atau sifilis sekunder pada tangan Selain itu, terdapat pula gejala lainnya yang menyertai seperti timbulnya kutil di kemaluan, rektum (anus) dan selangkangan, muncul bercak putih di mulut, pembesaran kelenjar getah bening dan gejala yang mirip flu seperti demam, sakit kepala, sakit tenggorokan hingga penurunan berat badan.

C. Tahap Laten

Pada tahap inilah berbagai gejala pada tahap primer dan sekunder menghilang, meskipun kenyataannya bakteri penyebab masih berada di dalam tubuh. Tahap laten ini terbagi menjadi dua, yakni tahap awal dan akhir. Disebut dengan tahap laten awal, apabila infeksi sudah berlangsung selama dua tahun atau kurang. Sedangkan tahap laten akhir, apabila infeksi telah berlangsung selama dua tahun atau lebih. Tahap laten ini dapat berlangsung hingga bertahun-tahun sebelum pada akhirnya berkembang menjadi tahap tersier yang merupakan tahapan paling berbahaya karena dapat merusak banyak organ tubuh hingga mengancam nyawa si penderita.

D. Tahap Tersier

Tahapan terakhir dari infeksi raja singa adalah tahap tersier. Ada sekitar 15-30% dari penderita raja singa yang memasuki tahap ini, akibat tidak melakukan pengobatan dengan cepat dan tepat. Dengan kata lain, orang-orang yang memasuki tahap ini adalah mereka yang cenderung tidak menyadari atau bahkan mungkin cenderung meremehkan gejala yang dialami sebelumnya. Pada tahap ini, penyakit raja singa menjadi amat berbahaya hingga dapat menyebabkan kematian pada penderitanya. Lantaran pada tahap ini, banyak kerusakan organ yang dapat terjadi, seperti mata, otak, tulang, saraf, otot dan lain sebagainya. Akibatnya, penderita raja singa pada tahap ini bisa saja mengalami satu atau beberapa kondisi seperti kebutaan, tuli, lumpuh, impotensi, hilang ingatan, stroke, meningitis, penyakit jantung, neurosifilis, sakit jiwa hingga kematian.

Meski begitu, beberapa orang berikut ini memiliki risiko lebih besar terkena penyakit raja singa, diantaranya:
– Sering melakukan hubungan intim dengan bergonta-ganti pasangan.
– Pekerja seks komersial.
– Berada di penjara.
– Memiliki pasangan yang menderita raja singa baik disadari atau tidak.
– Memiliki kelainan seksual, yakni pria dengan pria atau wanita dengan wanita.
– Menggunakan jarum suntik secara bersamaan.

Punya Keluhan penyakit? Hubungi kami untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Tlp/WA: 0811-6131-718

Subscribe Youtube: Klinik Atlantis

KLINIK ATLANTIS
Alamat: Jalan Williem Iskandar ( Pancing ) Komplek MMTC Blok A No. 17-18, Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Sumatera Utara 20223

Related Posts---

Leave A Reply---

WhatsApp Kami