Serba-Serbi Kanker Serviks

Serba-Serbi Kanker Serviks

kanker serviks - Serba-Serbi Kanker Serviks

Apa itu Kanker Serviks?

Dalam beberapa tahun terakhir, kanker menjadi penyakit yang paling banyak membunuh wanita. Berdasarkan catatan World Health Organization (WHO), pada tahun 2014 ada 90 ribu lebih kasus kematian perempuan di seluruh dunia yang disebabkan oleh kanker terutama kanker serviks. Lalu apa kanker Serviks itu sendiri? Kanker serviks adalah kanker yang terjadi saat ada sel-sel di leher rahim alias serviks yang tidak normal, dan berkembang terus dengan tidak terkendali yang disebabkan oleh  human papillomavirus (HPV).

Sel-sel abnormal tersebut bisa berkembang dengan cepat sehingga mengakibatkan tumor pada serviks. Tumor yang ganas nantinya berkembang jadi penyebab kanker serviks. Kanker serviks menyerang leher rahim, tepatnya pada sel kelenjar yang melapisi bagian permukaan luar. Kalau kanker rahim lebih banyak menyerang perempuan berusia di atas 40-an, kanker serviks bisa menjangkiti sejak usia muda.

Penyebab

Hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV. Virus ini seringkali ditularkan melalui hubungan seksual tanpa pengaman. Ada lebih dari 100 jenis kanker serviks, tetapi kebanyakan tidak berbahaya. Bahkan, kebanyakan orang dewasa setidaknya pernah terkena HPV di suatu saat dalam hidup mereka. Beberapa jenis HPV tidak menyebabkan gejala sama sekali, beberapa dapat menyebabkan penyakit kelamin seperti kutil kelamin (kondiloma akuminata), dan lainnya dapat menyebabkan kanker serviks. Dua jenis virus HPV (HPV 16 dan HPV 18) diketahui bertanggung jawab terhadap 70% dari semua kasus kanker serviks secara global.

Gejala dan Tanda

Gejala kanker serviks biasanya mulai terlihat jelas pada stadium lanjut. Gejala ini dapat berupa pendarahan tidak normal pada vagina yang terjadi setelah berhubungan intim, di luar masa menstruasi, atau setelah menopause. Cairan yang keluar umumnya berwarna merah muda, cokelat, dan pucat. Siklus menstruasi yang berubah, misalnya lebih dari waktu normal selama tiga bulan berturut-turut atau pendarahan yang sangat banyak, juga patut diwaspadai sebagai salah satu gejala kanker serviks. Selain dua hal di atas, gejala kanker serviks bisa ditandai dengan ciri-ciri berikut ini :

  • Nyeri pada panggul (di perut bagian bawah).
  • Nyeri saat berhubungan seks atau berhubungan seks.
  • Nyeri di pinggang (punggung bawah) atau kaki.
  • Badan lemas dan mudah lelah.
  • Berat badan menurun padahal tidak sedang diet.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Cairan vagina yang tidak normal, seperti berbau menyengat atau disertai darah.
  • Salah satu kaki membengkak.

Pengobatan

Jika sudah terserang, pengobatan untuk kanker serviks bisa dikatakan cukup rumit. Biasanya, ada tiga pilihan penanganan utama untuk kanker serviks, operasi, radioterapi dan kemoterapi.

  •  Operasi

Tindakan ini akan mengangkat bagian yang terinfeksi kanker. Anda dan tim medis Anda harus bekerja sama untuk hasil yang terbaik:

Radical trachelectomy – serviks, jaringan sekitar dan bagian atas vagina diangkat, namun rahim tetap pada tempatnya sehingga Anda masih bisa punya anak. Karena itulah tindakan bedah ini biasanya jadi prioritas untuk wanita yang memiliki kanker serviks tahap awal dan masih mau punya anak.

Histerektomi – serviks dan rahim diangkat, tergantung pada tahap kanker, mungkin diperlukan untuk mengangkat indung telur dan tuba falopi. Anda sudah tidak bisa memiliki anak lagi jika Anda melakukan histerektomi.

Pelvic exenteration – operasi besar di mana serviks, vagina, rahim, kemih, indung telur, tuba falopi dan rektum diangkat. Seperti histerektomi, Anda sudah tidak bisa punya anak lagi setelah menjalani pembedahan ini.

  • Radioterapi

Pada tahap awal kanker serviks, Anda dapat ditangani dengan radioterapi atau dikombinasikan dengan operasi. Kemudian, apabila kanker sudah pada tahap lanjut, dokter dapat merekomendasi radioterapi dengan kemoterapi untuk mengurangi perdarahan dan rasa sakit pada pasien.

Pada prosedur ini, tubuh Anda dipaparkan dengan radiasi. Sumber radiasi dapat berasal dari eksternal, dengan mesin yang memancarkan radiasi pada tubuh Anda, atau secara internal. Dengan metode internal, sebuah implan akan dipasang ke dalam tubuh Anda untuk memberi radiasi. Ada beberapa kasus di mana 2 metode ini dikombinasikan. Rangkaian radioterapi biasanya berlangsung selama 5 hingga 8 minggu.

  • Kemoterapi

Kemoterapi dapat digunakan sendiri atau dikombinasikan dengan radioterapi untuk menangani kanker serviks. Pada kanker tahap lanjut, metode ini sering digunakan untuk mencegah pertumbuhan kanker. Anda akan membuat janji untuk mendapatkan dosis kemoterapi melalui infus.

Pencegahan

Semua penanganan kanker serviks dapat memiliki efek samping. Anda harus mendiskusikannya terlebih dahulu dengan dokter. Anda mungkin akan mengalami menopause dini, penyempitan pada vagina, atau limfedema setelah menjalani perawatan kanker leher rahim.

Pada faktanya, kanker serviks bisa dicegah dengan menerapkan pola hidup secara disiplin dan melakukan pendeteksian lebih dini dengan melakukan vaksin HPV. Selain vaksin HPV, perempuan berusia 21 tahun ke atas juga bisa melakukan pap smear. Tes kesehatan ini akan mengecek kondisi di sekitar leher rahim. Selebihnya, jagalah selalu kebersihan vagina dan hindari seks bebas hingga bergonta-ganti pasangan.

Source : penyakitkulitkelamin.com

Related Posts---

Leave A Reply---

× WhatsApp
Lewat ke baris perkakas