Sifilis (Raja Singa)

Sifilis (Raja Singa)

sifilis - Sifilis (Raja Singa)

Definisi Sifilis

Sifilis, atau dikenal juga dengan raja singa, adalah penyakit infeksi menular seksual yang bersifat kronis. Sifilis disebabkan oleh Treponema pallidum. Sifilis dapat menyerang organ-organ dalam tubuh seperti jantung, otak dan susunan saraf. Penyakit sifilis dapat menyerang laki-laki maupun wanita, dan segala usia.

Penyebab Sifilis

Umumnya, infeksi ini menyebar melalui hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi Treponema pallidum. Selain melalui hubungan intim, bakteri penyebab sifilis juga bisa menyebar melalui pajanan cairan tubuh penderitanya, misalnya melalui darah. Berbagi jarum juga bisa menularkan infeksi penyakit ini, baik pada pengguna narkoba suntik maupun pada penyuka seni merajah tubuh, misalnya tato dan menindik telinga.

Jika terdeteksi lebih awal, sifilis akan lebih mudah disembuhkan dan tidak akan menyebabkan kerusakan permanen. Namun, penyakit sipilis yang tidak diobati dapat mengakibatkan kerusakan serius pada otak atau sistem saraf serta organ lainnya, termasuk jantung.

Tanda-tanda & gejala sifilis

Gejala pertama sifilis muncul sekitar tiga minggu setelah bakteri memasuki tubuh. Infeksi sifilis terbagi menjadi empat tahapan utama, antara lain:

  • Tanda dan gejala tahap primer :
    Penderita sifilis mengalami gejala yang dimulai dengan lesi atau luka pada alat kelamin atau di dalam dan di sekitar mulut. Luka yang terjadi berbentuk seperti gigitan serangga tapi tidak menimbulkan rasa sakit. Pada tahap ini, jika orang yang terinfeksi berhubungan seksual dengan orang lain, penularan sangat mudah terjadi. Luka ini bertahan selama 1-2 bulan. Pada akhirnya, lesi ini akan sembuh tanpa meninggalkan bekas.
  • Tanda dan gejala tahap sekunder :
    Penderita sifilis sekunder akan mengalami ruam merah serukuran koin kecil dan biasanya ruam ini muncul pada telapak tangan dan telapak kaki. Gejala lain yang mungkin muncul adalah demam, nafsu makan menurun, radang tenggorokan dan kutil kelamin. Fase ini bisa bertahan selama satu hingga tiga bulan.
  • Tanda dan gejala tahap laten :
    Setelah fase sifilis sekunder, sifilis seakan-akan menghilang dan tidak menimbulkan gejala sama sekali. Masa laten ini bisa bertahan sekitar dua tahun sebelum kemudian lanjut ke masa yang paling berbahaya dalam infeksi sifilis yaitu sifilis tersier.
  • Tanda dan gejala tahap tersier :
    Jika infeksi tidak terobati, sifilis akan berkembang ke tahapan akhir, yaitu sifilis tersier. Pada tahap ini, infeksi bisa memberi efek yang serius pada tubuh. Beberapa akibat dari infeksi pada tahapan ini adalah kelumpuhan, kebutaan, demensia, masalah pendengaran, impotensi, dan bahkan kematian jika tidak ditangani.

Sifilis paling mudah menular pada fase sifilis primer dan sekunder. Jika Anda merasa terinfeksi sifilis, segera periksakan diri ke dokter atau klinik spesialis penyakit kelamin untuk memastikan diagnosis terhadap sifilis. Makin cepat sifilis diobati, makin kecil kemungkinan sifilis berkembang menjadi penyakit yang serius.

Cara mengobati sifilis :

Pengobatan sifilis sangat mudah dilakukan. Pengobatan umumnya adalah dengan menggunakan antibiotik berupa suntikan penisilin. Pengobatan pada sifilis ditujukan untuk menghilangkan Treponema pallidum sebagai penyebab, dan mencegah penularan kepada orang lain. Pengobatan juga harus dilakukan sedini mungkin utnuk mendapat hasil yang lebih baik. Selain menggunakan obat-obatan, pengobatan terhadap sifilis juga memerlukan edukasi. Tidak pernah ada pengobatan sifilis yang menggunakan pembedahan alat kelamin.

Pengobatan bergantung pada stadium sifilis pada penderita. Semakin berat stadium, memerlukan pengobatan yang lebih intensif. Bila tidak mendapat pengobatan yang cukup, sifilis dapat menyebabkan kerusakan pada jantung, saraf, dan menimbulkan kematian.

Related Posts---

Leave A Reply---

× WhatsApp
Lewat ke baris perkakas