Tumor Jinak

Tumor Jinak

Tumor jinak adalah pertumbuhan sel yang tidak bersifat kanker dalam tubuh. Biasanya, penyakit ini berkembang dengan cara membelah diri. Sel baru akan terbentuk untuk menggantikan sel yang sudah tua dan mati. Tumor jinak dapat tumbuh di bagian tubuh manapun. Jenis tumor ini berbentuk benjolan pada tubuh yang dapat diraba dari luar. Benjolan bisa tumbuh dengan ukuran yang cukup besar dan ditemukan di dekat pembuluh darah, otak, saraf, atau organ hingga menekan struktur vital tersebut. Akibatnya, tumor jinak bisa berubah menjadi penyakit yang serius dan membutuhkan perawatan yang khusus.
Tumor jinak tidak akan menyerang jaringan di sekitarnya dan tidak menyebar ke bagian tubuh lain. Secara umum, tumor jinak tidaklah berbahaya dan tumbuh dengan lambat. Sayangnya, hal tersebut tidak selalu terjadi.

Tumor jinak bisa tumbuh hingga berukuran cukup besar atau ditemukan di dekat pembuluh darah, otak, saraf, atau organ hingga menekan struktur vital tersebut. Akibatnya, tumor jinak bisa berubah menjadi serius hingga terkadang memerlukan perawatan khusus.

Berdasarkan letaknya, tumor jinak bisa diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Lipoma, jenis tumor jinak yang paling umum ini ditemukan. Lipoma biasanya tumbuh di sel-sel lemak tubuh. Mereka sering ditemukan di punggung, bahu, lengan, atau leher.
  • Lipoma bisa dikenali dari ciri-cirinya seperti berbentuk bulat, permukaannya halus, dan dapat digerakkan sedikit di bawah kulit. Pengobatan dengan steroid atau dengan pembedahan mungkin dilakukan apabila lipoma tumbuh terlalu cepat atau mulai muncul rasa nyeri
  • Nevi, dikenal juga sebagai tahi lalat dan sangat umum terbentuk di kulit. Warnanya mulai dari merah muda dan kecokelatan, hingga cokelat atau hitam. Namun, hati-hati jika tahi lalat yang ada di kulit Anda terlihat berbeda dari biasanya (berubah bentuk, ukuran, dan warna, batas tahi lalat tidak tegas/rata, tahi lalat terasa gatal atau mulai berdarah). Tahi lalat dengan kondisi seperti ini memiliki risiko yang lebih tinggi untuk berkembang menjadi kanker kulit melanoma.
  • Fibroid atau fibroma, tumbuh di jaringan fibrosa pada organ. Tumor jinak jenis ini paling umum muncul di rahim hingga dikenal sebagai fibroid rahim. Meskipun tidak berbahaya, fibroid rahim dapat menyebabkan perdarahan vagina hebat, gangguan berkemih, serta nyeri pinggul.
  • Adenoma, tumor yang terbentuk di jaringan epitel yang melapisi kelenjar. Jenis tumor jinak adenoma yang paling sering terjadi adalah polip di usus besar, namun tidak menutup kemungkinan juga tumbuh di hati, kelenjar adrenal, kelenjar pituitari (di bawah otak), atau kelenjar tiroid. Tindakan pembedahan mungkin diperlukan pada beberapa kasus.
  • Mioma, jenis tumor yang tumbuh di otot. Mioma juga bisa tumbuh di otot polos rahim atau dinding pembuluh darah. Untuk menyembuhkan tumor jinak jenis ini, bisa dilakukan operasi atau penyusutan dengan obat-obatan.
  • Hemangioma, penumpukan sel-sel pembuluh darah di kulit atau organ internal. Umumnya, hemangioma muncul sebagai tanda lahir yang berwarna merah atau kebiruan.
  • Meningioma, tumor jinak yang berkembang di membran yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Pengobatannya bervariasi tergantung pada lokasi dan gejala yang ditimbulkan.
  • Neuroma, tumor jinak yang tumbuh di saraf. Jenis tumor ini biasanya bisa diobati dengan prosedur
  • Osteokondroma, tumor tulang jinak yang biasanya muncul dengan ciri-ciri benjolan di daerah sendi (contohnya lutut atau bahu). Pembedahan mungkin diperlukan jika tumor jinak ini menyebabkan gejala seperti nyeri atau tekanan pada saraf atau pembuluh darah.
  • Papiloma, tumor jinak yang tumbuh di jaringan epitel pada kulit, leher rahim, saluran payudara, atau selaput lendir yang menutupi bagian dalam kelopak mata (konjungtiva). Tumor ini bisa disebabkan oleh kontak langsung dengan infeksi seperti human papillomavirus (HPV). Pada beberapa kasus mungkin dilakukan pembedahan untuk menyingkirkan kemungkinan terjadinya kanker.
  • Faktor penyebab tumor jinak belum diketahui secara pasti. Namun, penyakit ini dapat muncul karena berkaitan dengan faktor-faktor berikut. Seperti faktor lingkungan yang terkandung racun, faktor genetika atau keturunan, pola makan, stres, trauma, cedera, serta peradangan atau infeksi (contohnya infeksi hepatitis B dan C, HPV).

Gejala-Gejala Tumor Jinak
Tidak semua tumor, entah itu bersifat kanker atau jinak, menimbulkan gejala-gejala yang terlihat. Pengaruh gejala-gejala tumor jinak pada fungsi organ-organ atau indera-indera penting bergantung pada lokasi tumbuhnya tumor tersebut. Misalnya kalau Anda memiliki tumor jinak di otak, Anda mungkin akan mengalami sakit kepala, gangguan penglihatan, dan ingatan yang lemah.

Jika tumornya dekat di kulit atau di area jaringan lunak seperti di perut, pertumbuhan tumor tersebut mungkin bisa dirasakan atau disentuh.

Bergantung pada lokasinya, berikut adalah sejumlah gejala-gejala tumor jinak yang mungkin muncul:

  • Menggigil
  • Ketidaknyamanan atau rasa sakit
  • Kelelahan
  • Demam
  • Kehilangan selera makan
  • Berkeringat di malam hari
  • Berat badan turun

Tumor jinak mungkin bertumbuh hingga cukup besar sehingga mudah dilihat, terutama jika mereka di dekat kulit. Akan tetapi, sebagian besar tumor jinak, bahkan yang cukup besar sekalipun, sering kali tidak menimbulkan gejala rasa sakit atau nyeri.

Punya Keluhan penyakit? Hubungi kami untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Tlp/WA: 0811-6131-718

Subscribe Youtube: Klinik Atlantis

KLINIK ATLANTIS
Alamat: Jalan Williem Iskandar ( Pancing ) Komplek MMTC Blok A No. 17-18, Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Sumatera Utara 20223

Leave A Reply---