Untuk Cegah Kanker Serviks, Wanita Perlu Lakukan Pap Smear Secara Rutin

Untuk Cegah Kanker Serviks, Wanita Perlu Lakukan Pap Smear Secara Rutin

pap smear - Untuk Cegah Kanker Serviks, Wanita Perlu Lakukan Pap Smear Secara Rutin

Definisi dan tujuan Pap Smear

Pap smear adalah prosedur medis yang dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya masalah pada serviks atau leher rahim wanita yang mengarah pada kanker serviks. Kanker serviks sangat umum terjadi pada wanita, terutama jika kebersihan vagina tidak terjaga. Oleh karena itu pap smear dilakukan untuk mencegah kanker serviks. Akan tetapi, tidak sedikit wanita yang menunda atau bahkan menolak pemeriksaan pap smear karena takut sakit padahal hal ini sangat penting dilakukan oleh wanita.

Pada dasarnya, prosedur pap smear cenderung sederhana, cepat, dan tidak menimbulkan rasa sakit. Hanya saja, Anda mungkin akan merasa sedikit tidak nyaman atau kram perut sesaat atau setelah pemeriksaan. Tes pap smear dilakukan dengan memasukkan alat yang disebut dengan spekulum ke dalam vagina. Alat ini berfungsi untuk melebarkan vagina supaya dokter bisa melihat leher rahim.

Setelah vagina terbuka, dokter akan mengambil sampel sel-sel serviks Anda dengan alat yang disebut spatula. Nah, semua proses inilah yang membuat wanita cenderung merasa tidak nyaman saat melakukan pap smear.

Apakah Pap Smear ini perlu dilakukan semua wanita?

Jika ditanya perlu atau tidaknya dilakukan pap smear pada wanita, jawabanya sangat perlu! Karena dengan melakukan pap smear, para wanita bisa mengetahui dan mendeteksi lebih awal perkembangan sel kanker leher rahim dan jika terjadi bisa dicegah lebih dini. Biasanya dokter merekomendasikan agar Anda melakukan pap smear pertama kali pada usia 21 tahun. Setelah itu, Anda bisa mengulang pap smear setiap tiga tahun sekali sampai usia 65 tahun.

Syarat melakukan Pap Smear

Sebelum menjalani pemeriksaan Pap Smear ini sebaiknya Anda pastikan dulu Anda tidak sedang menstruasi saat pap smear dilakukan karena melakukan pap smear saat sedang menstruasi dapat menyebabkan hasil tes menjadi kurang akurat. Disamping itu, berikut beberapa hal yang harus anda lakukan sebelum melakukan pap smear :

  • Tidak berhubungan seksual dua hari sebelum pap smear
  • Tidak membersihkan vagina dengan douche dua hari sebelum pap smear. Cukup bersihkan vagina Anda dengan air hangat.
  • Hindari kontrasepsi vagina, seperti busa, krim, atau jeli yang diletakkan di vagina dua hari sebelum pap smear
  • Hindari juga penggunaan obat-obatan untuk vagina (kecuali yang diresepkan dokter Anda) dua hari sebelum pap smear
  • Kosongkan kandung kemih Anda sebelum melakukan pap smear

Agar tes pap smear berjalan dengan lancar, atur napas Anda setenang mungkin untuk mengendurkan otot-otot vagina. Anda juga bisa mengobrol dengan dokter atau perawat untuk mengalihkan perhatian Anda. Semakin Anda tenang menjalaninya, Anda bisa saja tidak sadar bahwa pemeriksaan ini telah selesai tanpa menimbulkan rasa sakit.

Hasil Pap Smear

Sama seperti semua pemeriksaan medis lain, Pap smear tidak sepenuhnya akurat. Hasil yang tidak akurat ini dapat terjadi karena kurangnya sampel sel yang diambil, adanya peradangan, atau bisa juga karena adanya darah yang menghalangi penampakan sel-sel abnormal. Perlu diketahui bahwa sebenarnya sel abnormal yang ditemukan belum tentu mengarah kepada kanker.

Biasanya dokter akan menyarankan untuk mengulang tes 4-6 bulan kemudian, tergantung jenis sel yang ditemukan. Dokter juga dapat merekomendasikan kolposkopi untuk mengambil sampel sel pada leher rahim. Kolposkopi dilakukan dengan memasukkan selang kecil dengan kamera melalui vagina ke leher rahim, untuk melihat lebih jelas tanda-tanda sel kanker di sekitar area tersebut.

Pemeriksaan Pap smear rutin sangat penting untuk mendeteksi kanker serviks sejak dini. Wanita usia subur yang sudah aktif secara seksual, disarankan untuk menjalani pemeriksaan Pap smear secara berkala. Konsultasikan pada dokter untuk mengetahui jadwal yang direkomendasikan sesuai kondisi Anda.

Related Posts---

Leave A Reply---

× WhatsApp
Lewat ke baris perkakas