Vaksinasi

Vaksinasi

vaksinasi - Vaksinasi

Vaksin adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan terhadap suatu penyakit. Pemberian vaksin (imunisasi) dilakukan untuk mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi penyebab penyakit-penyakit tertentu.

Berikut ini adalah beberapa jenis vaksin berdasarkan kandungan yang terdapat di dalamnya.

Vaksin Mati : Vaksin mati atau disebut juga vaksin tidak aktif mengandung virus atau bakteri yang sudah dihancurkan dengan suhu panas, radiasi, atau bahan kimia, sehingga mati atau tidak aktif.

Vaksin Hidup : adalah vaksin yang dilemahkan di laboratorium, tapi bukan dihancurkan.

Vaksin Toksoid : Vaksin ini berguna untuk menghasilkan kekebalan tubuh guna menghalau dampak buruk dari racun atau toksin yang dihasilkan oleh bakteri tertentu.

Vaksin Biosintetik : Jenis vaksin ini memiliki kandungan antigen yang diproduksi secara khusus hingga menyerupai struktur protein dari bagian tertentu pada virus atau bakteri untuk menghasilkan kekebalan tubuh.

Jenis-jenis vaksin untuk dewasa

1. Vaksin influenza

Penyakit ini biasanya ditandai dengan batuk, demam, dan nyeri otot. Vaksin Influenza diberikan satu tahun sekali untuk mencegah terjadinya flu yang mudah menular, terutama ketika sedang musim pancaroba atau hujan.

2. Vaksin pneumonia

Pneumonia adalah penyakit radang paru yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus yang menyerang saluran napas bagian bawah dan menular lewat batuk, bersin, dan ketika bicara. Serangan pneumonia lebih rentan pada orang berusia lebih dari 60 tahun atau orang dengan daya tahan tubuh yang rendah.

3. Vaksin HPV

Kanker serviks adalah penyakit kanker yang disebabkan oleh Human Papiloma Virus yang menular lewat kontak seksual. Vaksin ini sangat dianjurkan untuk diberikan sebelum Anda melakukan hubungan seksual, karena pemberian vaksin lebih dini dapat meningkatkan efektivitas vaksin dalam mencegah kanker serviks.

4. Vaksin tetanus, difteri, dan pertusis

Vaksin ini diberikan untuk melindungi Anda dari tiga penyakit, yaitu tetanus yang menyebabkan kejang otot dan pengetatan otot rahang yang ekstrim; difteri yang menyebabkan masalah pernapasan, kelumpuhan, gagal jantung dan kematian; serta pertusis atau batuk rejan.

5. Vaksin hepatitis A

Hepatitis Aadalah penyakit akut yang disebabkan oleh virus hepatitis A yang disebarkan oleh kotoran/tinja penderita; biasanya melalui makanan. Vaksinasi ini juga perlu dilakukan ulang setiap 10 tahun sekali.

6. Vaksin hepatitis B

Hepatitis B adalah penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis B yang dapat menyebabkan peradangan hati akut atau menahun yang pada sebagian kecil kasus dapat memicu terjadinya sirosis hati atau kanker hati.

7. Vaksin measles, mumps, dan rubella (MMR)

Vaksin ini diberikan untuk mencegah tiga penyakit, yaitu measles atau campak, mumps atau gondongam, dan rubella. Pemberian vaksin dapat diulangs etiap 10 tahun.

8. Vaksin varisela (cacar air)

Vaksin ini diberikan pada orang yang belum pernah terkena cacar air, orang yang dekat dengan penderita cacar air, atau orang dewasa sehat yang tidak hamil. Pemberian vaksin dapat diulang setiap 20 tahun sekali.

9. Vaksin lainnya

Vaksin tertentu dianjurkan pada orang dewasa, khususnya jika Anda berpergian ke negara tertentu, seperti vaksin meningitis yang diberikan bagi jamaah calon haji atau Anda yang ingin pergi ke wilayah sub-sahara afrika.

Apa Itu Vaksin HPV?

Vaksin HPV adalah jenis vaksin yang berfungsi untuk mencegah infeksi virus HPV (human papillomavirus). Vaksin HPV umumnya diberikan kepada perempuan sebelum aktif melakukan hubungan seksual. Akan tetapi, vaksin ini juga dapat diberikan kepada laki-laki untuk lebih melindungi pasangannya dari terkena infeksi HPV.

Virus HPV dapat menyebabkan infeksi pada kulit, menimbulkan kutil kelamin, serta menyebabkan kanker. Kanker yang disebabkan oleh HPV dapat berupa kanker serviks, vulva, vagina, penis, dan anus. HPV juga dapat menyebabkan kanker pada bagian belakang tenggorokan, pangkal lidah, dan amandel, yang disebut juga kanker orofaring. HPV menyebar melalui hubungan seksual, termasuk melalui seks oral.

Hingga saat ini, vaksin HPV diketahui dapat mengurangi risiko infeksi HPV, terutama di organ kelamin. Vaksin ini juga berperan penting dalam menurunkan jumlah kasus dan penyebaran kanker serviks.

Seperti yang direkomendasikan oleh CDC, baik pria maupun wanita dapat  mendapatkan vaksin HPV mulai usia usia 9 tahun. Untuk anak perempuan dan laki-laki usia 9 sampai 13 atau 14 tahun, pemberian vaksin HPV dilakukan sebanyak 2 kali. Untuk wanita dan pria dewasa, pemberian vaksin dilakukan 3 kali.  Vaksin ini dianjurkan untuk diberikan kepada wanita hingga usia 55 tahun.

Vaksinasi HPV dianjurkan karena manfaatnya, seperti mencegah kanker, jauh lebih besar daripada risiko efek sampingnya.

Walaupun vaksin HPV merupakan VLP (Virus Like Particle) yang merupakan vaksin inaktif dan tidak mengandung DNA virus, namun vaksin HPV tidak dianjurkan untuk ibu hamil.Selain ibu hamil, vaksin HPV juga tidak boleh diberikan jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap komponen-komponen yang ada dalam vaksin ini (seperti lateks atau ragi). Jika Anda sedang menderita sakit sedang maupun berat, pemberian vaksin ini sebaiknya ditunda sampai Anda sehat benar.

Vaksinasi HPV tergolong aman, dan jarang menimbulkan efek samping. Efek samping vaksinasi HPV dapat berupa:

  • Pusing
  • Mual
  • Muntah
  • Sakit kepala
  • Lemas
  • Pingsan

Punya Keluhan penyakit? Hubungi kami untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Tlp/WA: 0811-6131-718

Subscribe Youtube: Klinik Atlantis

KLINIK ATLANTIS
Alamat: Jalan Williem Iskandar ( Pancing ) Komplek MMTC Blok A No. 17-18, Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Sumatera Utara 20223

Related Posts---

Leave A Reply---

WhatsApp Kami