Yuk Kenali Shigella Flexneri, Bakteri Penyebab Diare Mematikan Yang Bisa Ditularkan Lewat Hubungan Seks

Yuk Kenali Shigella Flexneri, Bakteri Penyebab Diare Mematikan Yang Bisa Ditularkan Lewat Hubungan Seks

shigella flexneri - Yuk Kenali Shigella Flexneri, Bakteri Penyebab Diare Mematikan Yang Bisa Ditularkan Lewat Hubungan Seks

Definisi

Apa itu Shigella flexneri

Shigella flexneri adalah batang Gram-negatif yang merupakan penyebab diare dan disentri pada manusia. Berpotensi mengancam jiwa, efek Shigella flexneri meliputi bakteremia, sindrom uremia hemolitik (HUS) dan megakolon toksik. Penyakit utama diare dan disentri yang disebabkan oleh patogen ini dikenal sebagai shigellosis. Cara penularan umumnya dari orang ke orang melalui fecal-oral. Pria yang berhubungan seksual dengan pria berisiko lebih tinggi terkena penyakit ini. Namun demikian, Shigellosis dapat dicirikan sebagai penyakit dengan lebih dari 60% kejadian yang justru terjadi pada anak usia 1-5 tahun.

Penyebab

Infeksi Shigella disebabkan oleh bakteri Shigella yang masuk ke mulut secara tidak sengaja. Hal ini bisa terjadi karena beberapa kondisi seperti :

  • Hubungan seksual – Penularan infeksi Shigella bisa terjadi melalui seks oral atau seks anal.
  • Mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri Shigella – akibat tersentuh oleh penderita atau tercemar kotoran manusia.
  • Menyentuh mulut tanpa cuci tangan terlebih dahulu – terutama jika tangan baru saja mengganti popok anak yang terinfeksi bakteri Shigella, atau menyentuh benda yang baru disentuh oleh penderita.
  • Berenang di air yang terkontaminasi bakteri Shigella – Hal ini bisa terjadi ketika seseorang secara tidak sengaja menelan air yang sudah tercemar oleh penderita infeksi Shigella.

Tanda dan Gejala

Berikut beberapa gejala maupun tanda yang umum terjadi pada orang yang terinfeksi Shigella :

  1. Diare
  2. Demam
  3. Nyeri dan kram perut
  4. Feses (tinja) penderita terdapat darah atau lendir

Pengobatan dan Pencegahan

Jika infeksi masih dalam kategori ringan, pengobatan cukup dengan memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum banyak, untuk mengganti cairan tubuh yang hilang akibat diare. Hindari konsumsi obat yang menghentikan diare, karena akan membuat bakteri berada di dalam sistem pencernaan lebih lama, sehingga memperburuk infeksi. Sementara itu, untuk infeksi yang sudah masuk kategori berat harus diberikan antibiotik untuk membunuh bakteri Shigella dari saluran cerna.

Agar infeksi ini tidak kembali atau mencegah tidak terserang, berikut beberapa hal yang sebaiknya dilakukan :

  • Jangan menyajikan makanan bila sedang diare.
  • Cuci tangan dengan air hangat dan sabun sebelum dan sesudah dari toilet, atau setelah mengganti popok.
  • Buang popok bekas dalam kantong yang tertutup rapat.
  • Jauhkan anak yang sedang diare dari anak lain.
  • Awasi anak saat mereka mencuci tangannya.
  • Sebisa mungkin hindari menelan air ketika berenang di kolam renang umum atau danau.

Related Posts---

Leave A Reply---

WhatsApp Kami